Berwatak Klasik Pengekangan Menahan Diri Dan Kalem Adalah Zaman

Cantiks.com – Berwatak Klasik Pengekangan Menahan Diri Dan Kalem Adalah Zaman

79 Seni Budaya Utara dan daerah Turki. Oleh karena itu, kebudayaan Romawi Kuno banyak dipengaruhi oleh daerah Yunani, begitu juga dalam hal musik.

b. Era Abad Pertengahan Medieval Era 600-1450

Pada masa ini kehidupan dan seni ditujukan untuk pelayanan gereja. Musik hanya untuk keperluan ibadat. Mewarisi modus-modus Yunani, bangsa Romawi yang Kristen mengembangkan modus-modus gereja sebagai sistem tangga nada yang hingga kini masih digunakan dalam berbagai peribadatan Kristen. Standarisasi dalam berbagai lapangan pengetahuan juga terjadi dalam musik, biarawan dan teoretikus musik Guido.

c. Era Renaissance 1450-1600

Pada zaman ini vokal lebih dipentingkan daripada instrumen, sehingga komposer lebih memperhatikan syair atau lirik untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Ciri khas musik renaissance: 1 Acappella, bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus. 2 Berwatak klasik, pengekangan, menahan diri, dan kalem. 3 Melodi dan tekstur musik masih menggunakan modus-modus sebelumnya, tetapi akord-akord mulai disusun dengan cara menghubungkan melodi- melodi yang menghasilkan konsonan atau disonan. 4 Komposisi solo dengan iringan ansambel instrumental. 5 Menggunakan teknik-teknik permainan instrumen yang idiomatis seperti ritme-ritme beraksen kuat, nada-nada yang diulang-ulang, wilayah nada semakin luas dan panjang, nada-nada yang ditahan dan frase-frase, dan banyak ornamentasi melodi. Komponis-komponis pada zaman renaissance antara lain Josquin des Pres, Orlandus Lassus, William Byrd, Giovanni Pierluigi, dan Palestrina.

d. Era Barok dan Rakoko

Bukti adanya kemajuan pada zaman pertengahan, yakni ditandai dengan lahirnya beberapa jenis aliran musik seperti Barok dan Rakoko. Kedua musik ini hampir sama sifarnya yakni adanya pemakaian ornamentik. Perbedaan- perbedaan pokok antara Gaya Barok dan Gaya Rakoko yakni : 1 Bas tidak lagi terdapat sebagai suara yang bebas, tekstur polifonik berang- sur-angsur menjadi homofonik, yakni melodi dan iringan akor dalam satu komposisi Di unduh dari : Bukupaket.com 80 Semester 2 Kelas XII SMA MA SMK MAK 2 Pemakaian Kontinuo masih berfungsi dalam musik Gerejawi. 3 Pada Zaman Barok motif yang pendek diperpanjang melalui kontrapung dan sekuens, dalam Zaman Rokoko melodi-melodi berbentuk dalam frase- frase sepanjang 6 birama daengan banyak kadens. 4 Gaya Rokoko melodinya kontras terjadi perubahan nuansa. Komponis-komponis dari musik zaman Barok dan Rakoko antara lain Johan Sebastian Bach, Antonio Vivaldi, dan George Frideric Handel.

e. Era Klasik 1750-1820

Sejarah musik klasik dimulai pada tahun 1750, setelah berakhirnya musik Barok dan Rakoko. Adapun ciri-ciri musik pada zaman klasik antara lain: 1 Penggunaan dinamika dari keras menjadi lembut, crescendo dan decrescendo 2 Perubahan tempo dengan accelerando dan ritartdando 3 Pemakaian arnamentik dibatasi 4 Penggunaan akor 3 nada Komponis pada zaman klasik antara lain W.A.Mozart, Beethoven dan J. Haydn.

f. Era Romantik 1820-1900

PERTUNJUKAN MUSIK KREASI
Pertunjukan Musik Kreasi
A.
Perkembangan Musik
1.
Era Kuno (Zaman Kuno)
Awal musik barat terbentuk oleh tiga komponen budaya berikut.
a)
Timur Tengah dan Mesir Kuno
Timur Tengah dan Mesir Kuno (daerah Mesopotamia di sekitar sungai Tigris dan
Eupharate yang didiami suku-suku bangsa Sumaria, Babylonia, dan Assyria)
meninggalkan artefak gambar-gambar instrumen musik yang sudah lengkap (idiofon,
aerofon, kordofon, dan membranofon) untuk memainkan himne dan diukir pada batu
sekitar 800 SM.
b)
Yunani Kuno
Yunani Kuno, merupakan budaya yang paling berpengaruh pada perkembangan
musik di Barat melalui bangsa Romawi yang menaklukan mereka tetapi sekaligus
mengadopsi banyak budayanya. Sejarah Yunani Kuno adalah Apolli dab Dionysus.
Pemuja Apollo, memainkan instrumen music berdawai kithara sejenis lyre yang
kaumnya berwatak objektif terhadap ekspresi, sederhana dan jernih. Sebaliknya
pengikut Dionysus suka memainkan instrumen tiup seperti aulos yang bersifat
subjektif dan emosional.
c)
Romawi Kuno
Bangsa Romawi Kuno memperoleh musik dari Yunani. Selama lebih dari lima
abad, Roma memerintah wilayah Eropa (kecuali Jerman), Inggris, Afrika Utara, dan
daerah Turki. Oleh karena itu, kebudayaan Romawi Kuno banyak dipengaruhi oleh
daerah Yunani, begitu juga dalam hal music.
2.
Era Abad Pertengahan (Medieval Era) 600-1450
Pada masa ini, kehidupan dan seni ditujukan untuk pelayanan gereja. Musik hanya
untuk keperluan ibadah. Mewarisi modus-modus Yunani, bangsa Romawi yang
Kristen mengembangkan modus-modus gereja sebagai sistem tangga nada yang

hingga kini masih digunakan dalam berbagai peribadatan Kristen. Standarisasi dalam
berbagai lapangan pengetahuan juga terjadi dalam musik, biarawan dan teoretikus
musik Guido.
3.
Era Renaissance (1450-1600)
Pada zaman ini vokal lebih dipentingkan daripada instrumen, sehingga komposer
lebih memperhatikan syair atau lirik untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi
lagu. Ciri khas musik renaissance berikut.
a)
Acappella, bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi
yang bagus.
b)
Berwatak klasik, pengekangan, menahan diri, dan kalem.
c)
Melodi dan tekstur musik masih menggunakan modus-modus sebelumnya, tetapi
akord-akord mulai disusun dengan cara menghubungkan melodimelodi yang
menghasilkan konsonan atau disonan.
d)
Komposisi solo dengan iringan ansambel instrumental.
e)
Menggunakan teknik-teknik permainan instrumen yang idiomatis seperti ritme-
ritme beraksen kuat, nada-nada yang diulang-ulang, wilayah nada semakin luas
dan panjang, nada-nada yang ditahan dan frase-frase, dan banyak ornamentasi
melodi. Komponis-komponis pada zaman renaissance antara lain Josquin des Pres,
Orlandus Lassus, William Byrd, Giovanni Pierluigi, dan Palestrina.

Baca juga:  Titi Laras Yang Dimiliki Oleh Slendro Adalah

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

End of preview. Want to read all 7 pages?

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Era Abad Pertengahan (
Medieval Era
) 600-1450

Meliputi suatu periode masa yang paling panjang terkait dengansemua kehidupan dan seni untuk pelayanan gereja.Mewarisi modus-modus Yunani, bangsa Romawi yangkristen mengembangkan modus-modus gereja sebagai sistem tangganada yang hingga kini masih digunakan dalam berbagai peribadatankristen. Standarisasi dalam berbagai lapangan pengetahuan juga terjadidalam musik, biarawan dan teoretikus musik Guido d’Arezzo (ca. 997 –ca. 1050) merancang sistem menyanyi yang dinamakan ’solmisasi’. Pemimpin gereja Paus Gregorius I mengatur penggunaan lagu-lagu pujian untuk peribadatan gereja yang dikenal dengan Gregorian chant

 Berwatak klasik, pengekangan, menahan diri, dan kalem. Selaintertarik pada kebudayaan Yunani Kuno, juga berkembang humanismekhususnya di Italia dan fundamentalisme di Eropa Utara, tetapi saratdengan penemuan ilmiah. Kebudayaan termasuk musik berkembang baikdi dalam maupun di luar gereja. Manusia seperti telah menemukankembali jati dirinya terutama tampak pada idealisme kaum Protestanyang meyakini bahwa manusia bisa berhubungan langsung denganTuhan-nya. Melodi dan tekstur musik masih menggunakan modus-modussebelumnya, tetapi akord-akord mulai disusun dengan caramenghubungkan melodi-melodi yang menghasilkan konsonan ataudisonan. Selain musik vokal, era ini ditandai mulainya komposisi solodengan iringan ansambel instrumental. Selama abad ke-16 musikinstrumental merangkak naik cepat terkait dengan perkembangan teknik-teknik permainan instrumen yang idiomatis seperti ritme-ritme beraksenkuat, nada-nada yang diulang-ulang, wilayah nada semakin luas danpanjang, nada-nada yang ditahan dan frase-frase, dan banyakornamentasi melodi.Tetapi musik gereja tetap sangat penting dangaya polifonik vokal sangat berkembang pada periode ini. Komposer-komposer terpenting ialah Josquin des Prés, Orlandus Lassus, WilliamByrd, dan Giovanni Pierluigi da Palestrina.

Periode waktu musik Barok yang juga dikenal sebagai awal suatumasa paling dramatik dalam sejarah musik, dikatakan sebagai mulainyaera tonal, tetapi totalitas musik yang menggunakan tangga nada diatoniksebenarnya berlangsung hingga pada awal abad ke-20, selebihnya musikmodern mulai banyak yang meninggalkan sistem diatonik itu. Sekalipun kata Perancis

Baroque ; Inggris/Jerman:Barock ; Italy:Barocco

—semuamenunjuk pada kata sifat ’bizaree ’ (aneh, ajaib, dan ganjil)—pada mulanya berkonotasi buruk, digunakan untuk tujuan menghina,merendahkan, dan abnormal; tetapi definisinya semakin menjadi positif,agung, dramatik, dan bahkan mengandung spirit kuat dalam seni. Spirititu diperlukan untuk mengembangkan kekayaan musikal dan

dengan

yang walaupun juga menuntut penyelesaian namunterdengar sempit.

Dari kedua rangkaian tersebut persamaan umum yangdapat dipahami ialah bahwa dalam sistem tonal terdapat tiga trinadautama yaitu trinada I (tonika), V (dominan) dan IV (sub dominan).Fenomena ini dapat kita lihat pada musik-musik non klasik hingga saat iniatau dengan kata lain secara tanpa disadari sitem tonal mengikat musik-musik populer dan beberapa musik tradisi.

MUSIK NUSANTARA DAN MUSIK MANCA NEGARA.

A. Musik Barat dan Musik Timur Dalam sejarah seni, musik dianggap sebagai seni yang paling tua usianya, bahkan sama tuanya dengan keberadaan manusia di bumi. Hal ini karena semenjak lahir kita sudah berhubungan dengan musik.Menurut perkembangan dan sejarahnya terdapat dua rumpun musik yang berbeda yaitu musik yang berasal dari barat dan musik yang berasa dari timur.Kedua rumpun musik tersebut memiliki sistem nada yang berbeda. Musik barat menggunakan sistem nada yang matematis, dimana nada-nadanya disusun berdasarkan frekwensi yang tetap dalam tujuh nada, yang disebut tangga nada
diatonis.Sedangkan musik timur menggunakan sistem nada yang amatematik dimana nada-nadanya disusun dengan jarak yang tidak sama untuk satu oktafnya yang disebut tangga nada
pentatonis
.

B.Sejarah Musik Barat Musik barat dalam sejarahnya disusun atas perkembangan teknik komposisi danpraktik memainkan musik dalam segmen zaman dan gaya musik.Menurut sejarahnya musik barat dapat diuraikan dalam beberapa kelompok yaitu :

1.Yunani Kuno ( 675 SM – awal masehi)

Bangsa yunani dikenal sebagai peletak dasar seni musik barat dengan pembentukan tangga nada diatonis dalam satu oktaf yang bersumber dari penemuan Pythagoras.Jaman Yunani seni musik, sastra, drama dan atletik sangat erat hubungannya .Pada jaman itu musik berfungsi sebagai :

a.iringan upacara religius (keagamaan)

b.iringan upacara kerajaan

c.iringan drama tari, sastra, atletik, gladiator, hiburan sosial.

Baca juga:  Serat Yang Digunakan Untuk Pembuatan Tali Kanvas Dan Karung Adalah

2.Abad pertengahan ( abad V – XVI )

Jaman pertengahan di akhir zaman kerajan Roma perubahan besar pada musik adalah yang dulunya terdiri dari satu suara (monofonik) bertambah menjadi beberapa suara (polifonik)

3.Renaissance ( Abad XVI – XVII )

Pada zaman ini perkembangan musik gereja merosot sedangkan musik hiburan duniawi mulai mendapat perhatian dan kedudukan penting. Opera mulai berkembang degan mengunakan permainan solo sebuah sebuah instrumen dan koor besar.

4.Barok dan Rokoko ( Abad XVII – awal abad XVIII )

Pada jaman ini musik mulai menggunakan nada-nada penghias (ornamen)Bentuk musik yang tumbuh dalam masa ini adalah musik instrumen bercerita (suita), permainan instrumentalia (sonata), orkes simfoni yang diselingi permainan solo sebuah instrumen (concerto).

5.Klasik ( Abad XVIII – Awal abad XIX )

Ciri utama musik klasik adalah :

a.pemakaian cresendo dan decresendo

b.pemakaian accelerando ( mempercepat tempo ) dan ritardando( memperlambat tempo ) dalam penyajaian musik

6.Romantik ( Abad XIX – Awal abad XX )

Jaman romantik dalam perkembangan musik dianggap lebih mengutamakan keakuan besar yang subyektif guna memenuhi kepribadian individu yang bebas dan tidak terbatas. Jadi banyak karya-karya fantasi tunggal diciptakan.

Jaman ini musik tidak lagi mengutamakan keakuan, muncul berbagai gaya yang tegas sebagai revolusi musik sebagai peraliahan menuju jaman modern.

8.Modern ( Abad XX – sekarang )

Awal musik modern adalah hasil eksperimen kompsisi di Konservatori Paris yang dilakukan dengan gamelan jawa pada tahun 1889.Komponis musik modern dimulai oleh
Claude Achille Debussy
yang memasukkan sistem nada pentatonik (gamelan jawa) dalam karya musiknya.Tujuan musik modern adalah emansipasi dan pembebasan dari keterbelengguan, keterikatan dasar, dan pembatasan.Sumber nada bersumber dari berbagai bunyi-bunyi yang ada di sekeliling,seperti suasana kota, lalu lintas, kantor, pabrik, terminal bus, stasiun kereta api dsb.Perkembangan teknologi elektronika memberikan pelangi ke arah medan kebebasan suara yang luas.

Perkembangan musik Indonesia

Perkembangan musik di Indonesia melalui tahapan-tahapan yang kurang jelas.Sebab secara historis musik Indonesia lebih banyak sebagai praktik untuk memenuhi hiburan musik ringan.Musik di seluruh nusantara adalah kesenian yang sifatnya tradisi, sehingga perkembangan musik antara satu daerah dengan daerahnya berbeda bergantung pada perkembangan sejarah daerah tersebut. Secara umum perkembangan musikdi Indonesia dapat digambarkan sebagai berikut: Di Nusantara perkembangan musik berkaitan erat dengan sejarah budaya, Pada masa kerajaan Hindu dan Budha berkembang musik tradisi gamelan yang berpusat di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, Lombok dan Sumbawa. Hingga kinigamelan mulai dikembangkan lagi. Meskipun pada yang memiliki sistem tatanannada yang kuat hanya berkembang di Jawa dan Bali namun seiring perkembangan jaman maka di daerah-daerah lain gamelan sebagai musik tradisi kini mulai dikembangkan. Dengan hadirnya lembaga pendidikan di bidang seni tari dan karawitan memberikan sumbangan yang sangat besar dalam perkembanganmusik tradisi nusantara, bahkan perkembangan jaman musik modern ditandaidengan dimasukkannnya nada gamelan jawa dalam komposisi musik diatonis oleh
Claude Achille Debussy. Disamping gamelan beberapa musik tradisi juga dilengkapi dengan instrumen musik buatan lokal yang menjadi khas daerah tersebut. Berikut adalah beberapa musik tradisi .

Di Bali musik tradisi didominasi oleh gamelan berbahan dasar perunggu.Meskipun ada juga musik tradisi yang berbahan dasar bambu yang disebut grantang. Jenis gamelan bali antara lain- Untuk upacara yaitu; gambelan luwang, gambelan angklung, gambang dsb.-Untuk hiburan yaitu gong gede, grantang (gambelan joged bungbung),smara pegulingan , bleganjur dsb

Di Yogyakarta dan Jawa tengah kita jumpai musik tradisi gamelan dengan berpusat di Yogya dan Solo. Gamelan jawa juga dibagi atas beberapa jenis sesuai dengan fungsinya , yaitu :- Gamelan untuk hiburan : Gamelan Ageng- Gamelan untuk upacara :1. Gamelan Kodhok ngorek (upacara pernikahan masyarakat) 2. Gamelan Monggang (upacara keraton) 3. Gamelan Sekaten (upacara maulidan dan keraton) 4. Gamelan Carabalen mempunyai dwifungsi yaitu untuk upacara dan hiburan.Selanjutnya gamelan jawa berkembang dengan ciri khas masing-masing didaerah-daerah seperti wonosobo, jawa timuran, madura dan sebagainya.

Di Jawa Barat terkenal dengan musik tradisi degung dengan khas suarakendhang , gong, dan seruling bambu .

Betawi memiliki beberapa musik tradisi seperti gambang kromong, tanjidor,keroncong tugu, gamelan ajeng, gamelan topeng, gamelan rancag, samrah danmacam-macam rebana.-Gambang kromong adalah perpaduan gamelan degan alat musik gesekbernuansa cina yaitu ; Tehyan, Kongahyan ,dan SukongGambang kromong modern dilengkapi dengan alat musik modern seperti bass, organ, drum, saxophone, dsb. Tetapi warna suara masih memiliki keunikan Gambang Kromong.-Tanjidor adalah sejenis orkes rakyat Betawi yang menggunakan alatalatmusik barat terutama alat tiup. Tanjidor berkembang sejak abad ke sembilanbelas.-Samrah Betawi adalah suatu ansambel musik yang hidup di Betawi yang dipengaruhi oleh musik Arab dan Melayu, dengan alat-alat bunyi bunyian Harmonium, Biola sebagai Waditra utama.

Di Lombok musik tradisi kental dipengaruhi oleh gamelan Bali meskipun dalamwarna irama musik memiliki keunikan tersendiri. Beberapa musik lombok yaitu gamelan Lombok, Gendang beleq, Tawaq-tawaq. Berbaurnya budaya etnik Bali dan Etnik Sasak memberi nuansa tersendiri pada musik tradisi di Lombok.

6. Musik Gambus dan Rebana

Selanjutnya sekitar abad XV dengan berkembangnya Agama Islam di Indonesia maka mulai diperkenalkan musik gambus dan rebana oleh pedagang-pedagang Arab.

Sementara itu wilayah timur Indonesia berkembang nyanyian solmisasi dengan nada diatonik yang diperkenalkan oleh pelaut Portugis dan Spanyol yang menjaditradisi rakyat dengan alat musik gitar, ukulele, biola , cello dan flute. Alat-alat ini menjadi dasar lahirnya musik keroncong.Selama jaman penjajahan, Belanda tidak memperkenalkan musik Eropa kepada masyarakat indonesia, mereka hanya meneruskan tradisi solmisasi dalam bernyanyi sebagai warisan dari orang-orang portugis dan spanyol.Pada masa pendudukan Jepang lahirlah musik nasional , yakni keroncong.Sebelumnya keroncong hanya dimainkan oleh orang –orang berdarah campuran Eropa-Asia. Tapi mereka banyak ditangkap oleh Jepang. Kekosongan pemain dan penyanyi keroncong diisi oleh orang-orang Indonesia. Pada jaman penjajahan Jepang musik keroncong digunakan unuk kepentingan propaganda mereka.Setelah Jepang kalah keroncong bertemakan semangat perjuangan dan menggunakan Bahasa Indonesia. Sejak itu maka musik keroncong benar-benar menjadi musik Indonesia. Salah seorang pencipta lagu kerongcong yang terkenal adalahGesang dengan lagu Bengawan Solo. Lagu ini bahkan sempat menjadi lagu favorit di Jepang dan Malaysia.

8. Musik Pop dan musik Dangdut

Setelah Perang Dunia II, pesatnya perkembangan media massa elektronik menyebarkan musik-musik pop barat terutama Amerika ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Musik pop berkembang di Indonesia dengan pesat. Sekitar tahun 1970 bioskop-bioskop berkembang di Indonesia yang memperkenalkan musik dan lagu Hindustan. Irama lagu India mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.Selanjutnya perpaduan musik India dengan musik Melayu melahirkan musik Dangdut.

9. Musik Indonesia masa kini

Perkembangan media elektronik seperti televisi, komputer serta perangkat multimedia turunannya sangat cepat memberi dampak pada musik Indonesia.Setelah berkembangnya musik pop, keroncong dan dangdut, berkembang pula janeis musik rock, jazz, rap, country dan sebagainya.

Dengan kecanggihan elektronik telah banyak digubah karya musik dari yang bersifat renungan (kontemplasi) sampai ke gairah (sensasi), serta dari rasa (estetika) sampai dengan ke rangsangan (sensual). Jenis-jenis Musik Secara umum baik musik nusantara maupun musik manca negara dapat digolongkan menjadi beberapa jenis berdasarkan beberapa katagori.

Baca juga:  Kata Kata Cinta Bahasa Banjar Dan Artinya

1.Berdasarkan sumber bunyian.

Vokal berasal dari kata voce  (Italia) atau voice (Inggris) yang berarti suara yang dihasilkan oleh organ tubuh mahluk hidup yaitu manusia dan binatang. Jadi musik vokal adalah musik yang menggunakan suara manusia sebagai media /alat ekspresi, yang pada umumnya berbentuk nyanyian. (materi berikut bisa dalam bentuk penugasan) Contoh musik vokal adalah opera, yaitu pertunjukan yang hampir seluruhnya dalam bentuk nyanyian.  Di Bali pertunjukan model opera yang berbentuk tradisi adalah Arja, yaitu pertunjukan yang dalam komunikasinya menggunakan nyanyian namun di pertegas oleh pemberi arti. Bernyanyi dalam jumlah tertentu memiliki sebutan tersendiri seperti :

Solo
sebagai penyanyi tunggal

Duet
dimana penyanyi terdiri dari dua orang

Trio
adalah penyanyi terdiri dari tiga orang

Kuartet
dimana penyanyi terdiri dari empat orang

Kuintet sekte
t, penyanyi terdiri dari enam orang

Oktet atau kuartet ganda
terdiri atas delapan orang

Paduan suara biasanya terdiri dari 14 orang atau lebih yang biasanya dinyanyikan dalam banyak suara.

Vocal Group adalah sekelompok orang menyanyikan sebuah lagu bersama-sama, baik dalam satu suara maupun beberapa suara

Musik instrumental merupakan musik yang sumber suaranya berasal dari alat musik yang menghasilkan bunyi.

2.Berdasarkan proses atau dasar penciptaan.

Musik Seni Adalah musik yang diciptakan untuk keindahan musik itu sendiri, contohnya adalah lagu-lagu lepas yang kita jumpai sehari-hari.Musik Pragmatis Adalah musik yang diciptakan untuk mengiringi suatu tari, opera dan musik drama.

3.Berdasarkan tatanan masyarakat.

a. Musik Istana Adalah musik yang lahir dikalangan bangsawan kerajaan untuk memenuhi kebutuhan kerajaan seperti acara resmi kerajaan, tari istana serta upacara istana.

b.Musik Rakyat Adalah musik yang tumbuh dan hidup pada masyarakat tertentu. Hampir semua suku bangsa di dunia menciptakan jenis musik khas sendiri.

4.Berdasarkan gaya/aliran.

a.Musik Pop Adalah musik yang tidak dibatasi budaya dan bahasa. Sifatnya menghibur,mengesankan dan enak didengar. Selanjutnya musik pop yang dikembangkan dengan dari musik tradisional suatu masyarakat atau negara tertentu melahirkan gaya pop tersendiri seperti jaz, country, blues dan sebagainya

b.Musik dangdut Merupakan kombinasi musik melayu dengan musik india yang muncul pada tahun 1970-an. Kata ”dangdut” berasal dari bunyi gendang khas pertunjuan dandut yaitu tabla. Awalnya dangdut hanya digemari masyarakat bawah,namun sekarang peminatnya telah meluas hingga ke luar negeri.

c.Musik Gamelan, Gamelan merupakan instrumen musik orkes yang hanya dijumpai di Indonesia dibeberapa daerah seperti Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan dan Sumatra. Sebagian besar perangkat gamelan terdiri alat musik pukul, gesek dan tiup.Gamelan menggunakan dua tangga nada yaitu pelog dan slendro

d.Musik Keroncong Orkes keroncong dipengaruhi oleh musik Portugis. Istilah keroncong diduga berasal dari kata ”couco” yang artinya kecil. Kata tersebut untuk menyebut alat musik petik kecil yang berbentuk gitar yaitu ukulele, yang menghasilkan bunyi crong…crong…crong….Keroncong sempat menjadi semangat perjuangan bangsa indonesia untuk menghibur para pejuang revolusi melawan penjajah.

e.Musik Jazz, Ciri utama jazz adalah improvisasi, yaitu pengolahan sebagian atau seluruh musik sambil memainkannya. Jazz diciptakan awal abad ke-20 oleh pemusik kulit hitam. Di Indonesia jazz muncul tahun 1902, tetapi tahun1955 dikalahkan oleh musik rock dan pop yang merajai musik Indonesia pada masa itu.

f.Musik Rock Mulai muncul tahun 1950-an dengan lagu rock and roll yang memiliki rit memenggebu-gebu dengan lirik yang cocok untuk kaum remaja. Selanjutnya musik rock yang berkembang dari blues tradisional berkembang pesat dan mempengaruhi jenis musik lainnya.

g.Musik Blues Sekitar abad XVII-XIX , ribuan orang afrika dibawa ke Amerika untuk dijadikan budak. Setelah perbudakan dihapuskan tahun 1865 banyak penulis, artis, dan musisi kulit hitam menjadi bagian budaya Amerika Serikat. Musik blues diciptakan oleh warga kulit hitam di wilayah selatan Amerika Serikat.

h.Musik Mars Adalah musik dengan ketukan keras dan mantap membantu prajurit untuk memadukan langkah dalam baris-berbaris. Kini musik mars tidak hanya dimainkan oleh band militer. Banyak sekolah, perusahaan, tim olahraga serta organisasi tertentu memiliki musik mars sendiri.

a. Media Hiburan (entertainment) Musik merupakan pemenuhan kebutuhan hiburan secara umum masyarakat dunia. Musik dimanfaatkan untuk sekedar pelepas lelah dalam rutinitas sehari-hari. Jenis musik sebagai hiburan sangat bergantung pada budaya populer saat tertentu pada suatu masyarakat.Banyak mega bintang musik rock dan pop menjadi bintang layar lebar untuk memerankan kesusksesan dan kisah hidup dunia musik mereka, seperti,The beatles, The rolling Stones, Elvis Presly, Michael Jackson, Madonna,termasuk Rhoma Irama.

b.Media Pengobatan (therapy) Musik juga dapat berfungsi sebagai therapy atau pengobatan. Tabib Muslim abad ke-9 dan ke-10 telah menggunakan musik sebagai sarana penyembuhan penyakit baik jasmani maupun rohani. Al-Faraby , seorang filsuf menulis tentang pengobatan melalui musik Al-’llaj fi Al Musiqa. Beethoven, tanpa disadarinya bahwa musiknya menjadi alat penyembuh penyakit jiwa komposer yang kesepian karena ketuliannya tersebut

c.Media peningkatan kecerdasan (intelegence) Dr. Roger W Sperry memenangkan hadiah Nobel tahun 1981 atas penemuan bahwa otak manusia terdiri dari dua bagian yaitu otak kanan (right hemisphere) dan otak kiri (left hemisphere). Keseimbangan kedua otak tersebut mempengaruhi kecerdasan manusia. Otak kiri merupakan pusat pengendali fungsi intelektual seperti daya ingat, bahasa, logika,perhitungan, serta daya analisis.Otak kanan berdasarkan pada spontanitas dan pengendali fungsi mentalyang melibatkan intuisi, sikap, emosi, gambar, musik, irama, serta geraktari.

d.Musik Keagamaan (Religius)Musik dapat juga berfungsi sebagai sarana untuk menciptakan suasana khusuk dan kontemplasi pada kebesaran Tuhan. Biasanya musik religi ditampilkan pada tempat-tempat ibadahe.Pengiring Tari/DansaMusik barat maupun musik timur banyak digunakan untuk mengiringi suatutarian. Baik tarian perorangan maupun kelompok.Dalam musik barat dikenal tari Waltz, tarian disko, tango, rumba, cha- cha, R&B dsb yang semuanya diringi oleh musik tersendiri.

Berwatak Klasik Pengekangan Menahan Diri Dan Kalem Adalah Zaman

Sumber: https://apayangkamu.com/berwatak-klasik-pengekangan-menahan-diri-dan-kalem-adalah-zaman