Lampu Yang Menyala Paling Terang Adalah

Cantiks.com – Lampu Yang Menyala Paling Terang Adalah

HermanAnis.com –Teman-teman semua, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang salah satu topik
Seri Fisika Dasar
yakni tentang Daya listrik, lampu manakah yang menyala lebih terang pada suatu rangkaian listrik.

Catatan buat pembaca:

Pada setiap tulisan dalamwww.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan“di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Besaran fisis yang menjadi indikator dari nyala lampu adalah Daya Efektif. Energi listrik yang di terima oleh lampu akan di ubah menjadi energi cahaya namun perlu di catat bahwa
tidak semua energi listrik di ubah menjadi energi cahaya.

Besarnya energi listrik yang diubah menjadi cahaya persatuan waktu ini kemudian disebut sebagai daya listrik efektif yang di simbol dengan
P. Semakin besar daya efektif sebuah bohlam, maka semakin terang nyala bohlam tersebut, begitu juga sebaliknya.

Daya listrik (P) di rumuskan:


P = VI

Selain itu, rumus daya listrik dapat pula dituliskan dalam bentuk lain yaitu:

P = I2
R

atau
P= V2/R

Di mana:

P = daya listrik (Watt)
V = Tegangan Listrik (Volt)
I = Kuat arus listrik (Ampere)
R = Resistansi listrik (Ohm)
t = waktu (detik)

Untuk memahami penerapan konsep tersebut, mari kita bahas beberapa contoh!

Contoh soal cara menentukan lampu manakah yang menyala lebih terang pada rangkaian listrik

Contoh 1

Misalkan kita memiliki tiga rangkain listrik arus searah seperti pada gambar di bawah ini. Anggap jenis bohlam (hambatan dalam
R) dan tegangan listrik yang di gunakan sama sebesar
V.

lampu manakah yang menyala lebih terang

Berdasarkan 3 gambar rangkaian listrik di atas, kira-kira manakah yang akan menyala lebih terang?

Penyelesaian:

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu mencari daya listrik pada setiap lampu untuk setiap gambar. Mari kita mulai!

Baca juga:  Benda Kerajinan Yang Dihasilkan Dari Limbah Cangkang Kerang Adalah

Analisis daya listrik Gambar 3

Perhatikan gambar 3.


Daya listrik pada bohlam
L
adalah,


Tegangan pada bohlam
L
sama dengan tegangan sumber.

Hmm, kalo mau lebih mudah paham kita misalkan tegangan sumbernya 12 Volt dan hambatan dalam bohlam adalah 2 Ohm.

Melihat gambar 3 di atas, kita pastikan tegangan pada bohlam adalah 12 V. Kenapa? yah karena bohlamnya hanya satu, jadi tegangan listrik sumber tegangan semuanya
diambil
oleh bohlam.

Dengan analisis berdasarkan persamaan
P = V2/R
di peroleh daya efektif lampu adalah 72 Watt. (72 Watt dari 144/2, mudah2an bisa di pahami). Kita lanjut ke
gambar 2.

Analisis daya listrik Gambar 2

Perhatikan gambar 2!

lampu manakah yang menyala lebih terang

Karena rangkaiannya seri dan kedua bohlam jenisnya sama (hambatan dalamnya sama) maka tegangan pada setiap bohlam adalah
V/2. Ingat rangkaian pembagi tegangan!

Olehnya itu, besar daya listrik pada setiap bohlam adalah;

lampu manakah yang menyala lebih terang

Karena daya listrik pada bohlam
L1

dan
L2

besarnya sama, maka dapat di simpulkan bahwa nyala lampu
L1

dan
L2


sama terangnya. Besarnya daya pada L1
atau L2
adalah
V2/4R.

Sama dengan analisis pada
gambar 3
sebelumnya. Untuk lebih memudahkan memahami ini, kita misalkan lagi tegangan sumbernya
12 Volt
dan hambatan dalam masing-masing bohlam adalah
2 Ohm
.

Melihat gambar 2 di atas, rangkaiannya adalah rangkaian seri bohlam. Karena jenis atau hambatan bohlam sama, maka tegangan pada L1
atau L2
pasti besarnya sama.

Berdasarkan konsep rangkaian pembagi tegangan, tegangan pada
L2

dan
L2

sama sebesar
V/2
atau
6 Volt
. Namun, pertu di catat, ini hanya untuk yang 2 buah hambatan yang besarnya sama dan tersusun secara seri.

lampu
L1

mendapat tegangan
6 Volt
dan lampu
L2

juga mendapat tegangan
6 Volt. Jika tegangan keduanya di jumlahkan maka akan di dapat
12 Volt.

Jumlah ini sama dengan besar tegangan sumber. Inilah konsep rangkaian pembagi tegangan.

Jadi kalau ada rangkaian seri beberapa resistor yang hambatannya sama, maka besar tegangan pada setiap resistornya adalah tegangan sumber di bagi dengan banyaknya resistor yang di susun seri.

Dengan melakukan analisis menggunakan persamaan
P = V2/4R
maka akan diperoleh daya pada
L1
dan
L2

adalah
18 Watt. (18 Watt diperoleh dari 144/8, mudah2an bisa di pahami).

Baca juga:  Kata Nasional Berasal Dari Bahasa Inggris Nation Yang Artinya

Besar daya listrik pada bohlam L1
dan L2
sama besarnya yakni
18 Watt.

Analisis daya listrik Gambar 1

lampu manakah yang menyala lebih terang

Karena kedua bohlam tersusun secara paralel dengan sumber tegangan V, maka kedua bohlam
L1

dan
L2

akan memiliki tegangan yang sama sebesar
V.

Sehingga, besar daya listrik pada setiap bohlam adalah,

lampu manakah yang menyala lebih terang

Sama dengan analisis pada
gambar 3
dan
2
sebelumnya. Untuk lebih memudahkan memahami ini, kita misalkan lagi tegangan sumbernya
12 Volt
dan hambatan dalam masing-masing bohlam adalah
2 Ohm
.

Melihat
gambar 1
di atas, rangkaiannya adalah rangkaian paralel dua bohlam. Karena kedua bohlam juga tersusun paralel dengan sumber tegangan maka tengan pada bohlam
L1

dan
L2
sama dengan tegangan sumber yaitu
12 Volt. Ingat yah, jika dua komponen listrik diparalelkan maka tegangannya sama.

Dengan demikian maka tegangan pada
L1

dan
L2

juga sebesar
12 Volt.

Dengan melakukan analisis menggunakan persamaan
P = V2/R
maka akan diperoleh daya pada
L1
dan
L2

sebesar 72

Watt
. 72 Watt diperoleh dari 144/2, mudah2an bisa di pahami.

Sudah paham kan cara mencari daya listrik!

Nah, untuk menjawab pertanyaan awal tadi, mana yang menyala lebih terang, silahkan bandingkan hasil yang telah di peroleh!

lampu manakah yang menyala lebih terang

Kesimpulan:

  1. Besar daya listrik pada gambar 1 dan 3 besarnya sama yaitu 72 Watt. Sehingga nyala lampu
    L1

    dan
    L2

    pada gambar 1 dan lampu L pada gambar 3 nyalanya sama.
  2. Besar daya listrik pada setiap bohlam di gambar 1 sebesar 72 Watt, ini lebih besar di bandingkan daya listrik pada bohlam di gambar 2 yang hanya sebesar 18 Watt. Sehingga kita bisa simpulkan bahwa nyala lampu pada gambar 1 dan 3 lebih terang di banding dengan bohlam pada gambar 2.

Contoh 2

Misalkan kita memiliki sebuah rangkaian listrik seri-paralel seperti pada gambar di bawah ini. Manakah lampu yang menyala lebih terang? Anggap jenis bohlam (hambatan dalam
R) yang di gunakan sama.

lampu manakah yang menyala lebih terang

Penyelesaian:

Untuk menyelesaikan kasus ini, kita perlu mencari daya listrik pada setiap lampu untuk setiap gambar. Mari kita mulai!

Daya pada Lampu 1

Berdasarkan gambar, dan menggunakan metode “rangkaian pembagi tegangan”, maka tegangan pada lampu L1
adalah:


sehingga,


Olehnya itu, maka daya listrik pada lampu 1 adalah,

lampu manakah yang menyala lebih terang

Sama dengan analisis pada soal sebelumnya. Untuk lebih memudahkan memahami ini, kita misalkan lagi tegangan sumbernya
12 Volt
dan hambatan dalam masing-masing bohlam adalah
2 Ohm
.

Baca juga:  Berikut Merupakan Kode Pensil Yang Memiliki Tingkat Kekerasan Sedang Kecuali

Dengan menggunakan rumus yang telah diperoleh, besar tegangan pada L1 adalah,

V1
= 8 Volt

Berdasarkan persamaan daya listrik yang telah diperoleh maka, besar daya listrik pada lampu
L1

adalah,

P1
= 32 Watt

Daya pada Lampu 2 dan Lampu 3

Perhatikan susunan lampu L2
dan L3, keduanya tersusun secara paralel. Olehnya itu, maka besar tegangan pada L2
dan L3
sama. Selanjutnya, dengan menggunakan metode rangkaian pembagi tegangan, maka akan kita peroleh:


sehingga,



Sama dengan analisis pada soal sebelumnya, di mana rangkaian menggunakan tegangan sumber
12 Volt
dan hambatan dalam masing-masing bohlam sebesar
2 Ohm.

Karena L2
dan L3
tersusun paralel, maka tegangannya sama yang besarnya adalah,

V2
= V3
= 4 Volt

Dengan menggunakan hasil ini, maka daya listrik pada lampu 2 dan 3 adalah,

lampu manakah yang menyala lebih terang

Olehnya itu daya pada lampu L1 dan L2 adalah,

P2
= P3
= 8 Watt

Untuk menjawab pertanyaan awal tadi, mana yang menyala lebih terang, silahkan bandingkan hasil yang telah di peroleh!

lampu manakah yang menyala lebih terang

Kesimpulan:

  1. Besar daya listrik pada lampu
    L
    2
    dan
    L3

    sama besarnya yakni
    8 Watt. Olehnya itu,
    L
    2
    dan
    L3

    menyala sama terangnya.
  2. Besar daya listrik pada lampu
    L1

    adalah
    32 Watt, nilai ini lebih besar di banding dengan daya pada lampu
    L
    2
    dan
    L3

    yang hanya sebesar
    8 Watt
    . Sehingga dapat di simpulkan bahwa nyala lampu pada gambar
    L1

    lebih terang di banding dengan lampu

    L
    2
    dan
    L3

    .

Contoh
3
Perhatikan gambar di bawah ini!


Jika terdapat 4 model rangkaian listrik seperti pada gambar di atas. Manakah lampu yang menyala lebih terang? Anggap jenis bohlam (hambatan dalam
R) yang di gunakan sama.

Silahkan di analisis dan di jawab sendiri. Anda boleh menuliskan jawaban anda pada kolom komentar di bawah tulisan ini!

Terima kasih telah membaca artikel ini,
semoga bermanfaat.


Lampu Yang Menyala Paling Terang Adalah

Sumber: https://hermananis.com/lampu-manakah-yang-menyala-lebih-terang