Nabi Yunus Diangkat Menjadi Rasul Pada Usia

Cantiks.com – Nabi Yunus Diangkat Menjadi Rasul Pada Usia

Artikel ini adalah babak dari seri

Islam



Rasul



Nabi Muhammad SAW


.

Kitab Suci

Al-Qur’an

.

Rukun Islam
1. Syahadat
·
2. Salat
·
3. Zakat

4. Puasa
·
5. Haji

Rukun Iman
Iman kepada:
1. Allah

2. Malaikat
·
3. Kitab Allah
·4. Rasul

5. Hari Kesudahan
·
6. Qada & Qadar

Tokoh Islam
Nabi & Rasul

Sahabat

Ahlul Bait

As-Sabiqun al-Awwalun

Salaf as-Shalih

Kota Suci
Mekkah
·
&
·
Madinah

Kota suci lainnya
Yerusalem
·
Hebron
·
Bayt Lahm

Istanbul
·
Ghadir Khum

Hari Raya
Idul Fitri
·
&
·
Idul Adha

Hari besar lainnya
Ramadhan

Isra & Mi’raj
·
Maulid Nabi

Tahun baru Islam
·
Lailatul Qadar

Arsitektur
Masjid
·Menara
·Mihrab

Ka’bah
·
Arsitektur Islam

Posisi Fungsional
Khalifah
·Ulama
·Muadzin

Imam·Mullah·Mufti

Hukum Islam
Al-Qur’an
·Hadist

Sunnah
·
Fiqih
·
Fatwa

Syariat
·
Ijtihad

Manhaj

Salafiyyah

Mazhab

Sunni:


Hanafi
·Hambali

Maliki
·Syafi’i

Lain-lain:


Ibadi
·
Barelwi
·
Deobandi

Khawarij·Syi’ah

Murji’ah·Mu’taziliyah

Mujassimah·Asy’ariyah
Lihat Pula
Portal Islam

Indeks tentang Islam

Muhammad bin Abdullāh
(Arab:

محمد بن عبد الله
; Transliterasi:

Muḥammad
;[1]
diucapkan
[mʊħɑmmæd]
 (
simak)
;
[2]
[3]
[4]
(ca. 570/571 Mekkah[مَكَةَ ]/[ مَكَهْ ] – 8 Juni, 632 Madinah),[5]
adalah pembawa ajaran/agama Islam, dan diyakini oleh umat Muslim sbg nabi dan (Rasul) yang terakhir. Menurut sirah (biografi) yang tercatat tentang Muhammad, beliau diceritakan lahir sekitar 20 April 570/ 571, di Mekkah (Makkah) dan wafat pada 8 Juni 632 di Madinah pada usia 63 tahun. Kedua kota tersebut telah tersedia di kawasan Hijazh, Arab Saudi. Nabi Muhammad haram digambarkan dalam bangun-bangun patung, kartun ataupun gambar ilustrasi.

Michael H. Hart dalam bukunya The 100 menilai Muhammad sbg tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Menurut Hart, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih kesuksesan luar biasa tidak memihak dalam hal spiritual maupun kemasyarakatan. Hart mencatat bahwa Muhammad dapat mengelola bangsa yang awal mulanya egoistis, barbar, terbelakang dan terpecah belah oleh sentimen kesukuan, menjadi bangsa yang maju dalam babak ekonomi, kebiasaan istiadat dan kemiliteran dan bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi yang masa itu adalah kekuatan militer terdepan di alam.[6]

Daftar isi

  • 1
    Etimologi
  • 2
    Genealogi
  • 3
    Riwayat

    • 3.1
      Kelahiran
    • 3.2
      Perkenalan dengan Khadijah
    • 3.3
      Memperoleh gelar
    • 3.4
      Kerasulan
    • 3.5
      Memperoleh pengikut
    • 3.6
      Penyebaran Islam
    • 3.7
      Hijrah ke Madinah
    • 3.8
      Pembebasan Mekkah
  • 4
    Mukjizat
  • 5
    Ciri Fisik Muhammad
  • 6
    Pernikahan
  • 7
    Perbedaan dengan nabi dan rasul terdahulu
  • 8
    Referensi
  • 9
    Tautan luar

Etimologi

Muhammad” secara bahasa berasal dari akar kata semitik ‘H-M-D’
yang dalam bahasa Arab berfaedah “dia yang terpuji”. Selain itu di dalam salah satu ayat Al-Qur’an[7], Muhammad dipanggil dengan nama “
Ahmad
” (أحمد), yang dalam bahasa Arab juga berfaedah “terpuji”.

Sebelum masa kenabian, Muhammad memperoleh dua julukan dari suku Quraisy (suku terbesar di Mekkah yang juga suku dari Muhammad) yaitu

Al-Amiin

yang berfaedah “orang yang dapat dipercaya” dan

As-Saadiq

yang berfaedah “yang benar”. Setelah masa kenabian para sahabatnya memanggilnya dengan gelar

Rasul Allāh

(رسول الله), kemudian menambahkan kalimat
Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam
(صلى الله عليه و سلم, yang berfaedah “semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya”; sering disingkat “S.A.W” atau “SAW”) setelah namanya.

Muhammad juga memperoleh julukan

Abu al-Qasim

[8]
yang berfaedah “bapak Qasim”, karena Muhammad pernah mempunyai anak lelaki yang bernama Qasim, tetapi beliau berpulang sebelum mencapai usia dewasa.

Genealogi

Silsilah Muhammad dari kedua orang tuanya kembali ke Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr (Quraish) bin Malik bin an-Nadr (Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (Amir) bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma`ad bin Adnan.[9]
Adnan adalah keturunan laki-laki ke tujuh dari Ismail bin Ibrahim, yaitu keturunan Sam bin Nuh.[10]
Muhammad lahir di hari Senin, 12 Rabi’ul Awal tahun 571 Masehi (lebih dikenal sbg Tahun Gajah).

Lebih lengkap silsilahnya dari Muhammad sampai Adam adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy) bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan bin Udad bin al-Muqawwam bin Nahur bin Tayrah bin Ya’rub bin Yasyjub bin Nabit bin
Ismail
bin
Ibrahim
bin Tarih (Azar) bin Nahur bin Saru’ bin Ra’u bin Falikh bin Aybir bin Syalikh bin Arfakhsyad bin Sam bin
Nuh
bin Lamikh bin Mutusyalikh bin
Akhnukh
bin Yarda bin Mahlil bin Qinan bin Yanish bin
Syits
bin
Adam.

Nasab ini diceritakan oleh Muhammad bin Ishak bin Yasar al-Madani di salah satu riwayatnya. Nasab Rasulullah sampai Adnan disepakati oleh para ulama, sedangkan setelah Adnan terjadi perbedaan argumen. Maksud dari Quraisy adalah putra Fihr bin Malik atau an-Nadhr bin Kinanah

Riwayat

Kelahiran

Para penulis
sirah
(biografi) Muhammad biasanya sepakat bahwa beliau lahir pada Tahun Gajah, yaitu tahun 570 M, yang adalah tahun gagalnya Abrahah menyerang Mekkah. Muhammad lahir di kota Mekkah, di babak Selatan Jazirah Arab, suatu tempat yang ketika itu adalah kawasan paling terbelakang di alam, jauh dari pusat perdagangan, seni, maupun ilmu ilmu. Ayahnya, Abdullah[11], meninggal dalam perjalanan dagang di Madinah, yang ketika itu bernama
Yastrib, ketika Muhammad masih dalam kandungan. Beliau meninggalkan harta lima ekor unta, sekawanan biri-biri dan seorang budak perempuan bernama Ummu Aiman yang kemudian mengasuh Nabi.[10]

Pada masa Muhammad berusia enam tahun, ibunya Aminah binti Wahab mengajaknya ke Yatsrib (sekarang Madinah) sbg mengunjungi keluarganya serta mengunjungi makam ayahnya. Namun dalam perjalanan pulang, ibunya jatuh sakit. Setelah beberapa hari, Aminah berpulang di Abwa’ yang telah tersedia tak jauh dari Yatsrib, dan dikuburkan di sana.[9]
Setelah ibunya meninggal, Muhammad diamankan oleh kakeknya, ‘Abd al-Muththalib. Setelah kakeknya meninggal, beliau diamankan oleh pamannya, Abu Thalib. Ketika inilah beliau diminta menggembala kambing-kambingnya di sekitar Mekkah dan kerap menemani pamannya dalam urusan dagangnya ke negeri Syam (Suriah, Lebanon, dan Palestina).

Nyaris seluruh pandai hadits dan sejarawan sepakat bahwa Muhammad lahir di bulan Rabiulawal, kendati mereka tidak sama argumen tentang tanggalnya. Di kalangan Syi’ah, meyakini bahwa beliau lahir pada hari Jumat, 17 Rabiulawal; sedangkan kalangan Sunni percaya bahwa beliau lahir pada hari Senin, 12 Rabiulawal (2 Agustus 570 M).[10]

Perkenalan dengan Khadijah

Ketika Muhammad mencapai usia remaja dan berkembang menjadi seorang yang dewasa, beliau mulai mempelajari ilmu bela diri dan memanah, begitupula dengan ilmu sbg menambah keterampilannya dalam berdagang. Perdagangan menjadi hal yang umum diterapkan dan diasumsikan sbg salah satu pendapatan yang stabil. Muhammad sering menemani pamannya berdagang ke arah Utara dan kabar tentang kejujuran dan sifatnya yang dapat dipercaya menyebar lapang dengan cepat, membuatnya banyak dipercaya sbg agen penjual perantara benda/barang dagangan penduduk Mekkah.

Salah seseorang yang mendengar tentang kabar telah tersedianya anak muda yang bersifat jujur dan dapat dipercaya dalam berdagang dengan adalah seorang janda yang bernama Khadijah. Beliau adalah seseorang yang mempunyai status tinggi di kalangan suku Arab. Sbg seorang pedagang, beliau juga sering mengirim benda/barang dagangan ke bermacam pelosok kawasan di tanah Arab. Reputasi Muhammad membuat Khadijah memercayakannya sbg mengatur benda/barang dagangan Khadijah, Muhammad dijanjikan olehnya akan dibayar dua kali lipat dan Khadijah sangat terkesan ketika sekembalinya Muhammad membawakan hasil berdagang yang lebih dari biasanya.

Seiring kala akibatnya Muhammad pun jatuh cinta untuk Khadijah, mereka menikah pada masa Muhammad berusia 25 tahun. Masa itu Khadijah sudah berusia mendekati umur 40 tahun, namun beliau masih mempunyai kecantikan yang dapat menawan Muhammad. Perbedaan umur yang jauh dan status janda yang dimiliki oleh Khadijah tak menjadi halangan bagi mereka, walaupun pada masa itu suku Quraisy mempunyai kebiasaan istiadat yang lebih menekankan untuk perkawinan dengan seorang gadis ketimbang janda. Walaupun kekayaan mereka semakin bertambah, Muhammad tetap hidup sbg orang yang sederhana, beliau lebih menentukan pilihan sbg memakai hartanya sbg hal-hal yang lebih penting.

Memperoleh gelar

Ketika Muhammad berumur 35 tahun, beliau ikut bersama kaum Quraisy dalam perbaikan Ka’bah. Pada masa pemimpin-pemimpin suku Quraisy bertukar pikiran tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad, Muhammad dapat menyilakan duduk masalah tersebut dan memberikan penyelesaian telah tersedia. Masa itu beliau dikenal di kalangan suku-suku Arab karena sifat-sifatnya yang terpuji. Kaumnya sangat mencintainya, sampai akibatnya beliau memperoleh gelar

Al-Amin

yang berfaedah “orang yang dapat dipercaya”.

Diriwayatkan pula bahwa Muhammad adalah orang yang percaya sepenuhnya dengan keesaan Tuhan. Beliau hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat tamak, angkuh dan sombong yang lazim di kalangan bangsa Arab masa itu. Beliau dikenal menyayangi orang-orang miskin, janda-janda tak dapat dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan berusaha menolong mereka. Beliau juga menghindari seluruh kejahatan yang sudah membudaya di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga beliau dikenal sbg

As-Saadiq

yang berfaedah “yang benar”.

Kerasulan

Eskatologi Islam
Tokoh
• Dzū al-Qarnayn (ذي القرنين)

• Muhammad (محمد)
• Imam Mahdī (محمد المهدي)
• Isa (عيسى)
• Dajjāl (الدّجّال)
• Khawārij (خوارج)
• Yā’jūj dan Mā’jūj (يأجوج ومأجوج)
• Dzū as-Suwayqatayn (ذوالسويقتين)
Makhluk gaib
• Al-Arham (ال ارحم)
• Qarīn (قرين)
• Dābbat al-Ard (دابة الأرض‎)
• Malak al-Mawt (ملكالموت)
• Hamalat al-‘Arsy (حملة العرش)
• Kirâman Kâtibîn (كراماً كاتبين)
• Mu’aqqibat (معقبت)
• Munkar dan Nakīr (منكر و نكير)
• Isrāfīl (إسرافيل)
• Mâlik (ملك)
• Malak al-`Adzāb (ملاك العذاب)
• Malak ar-Rahmah (ملاك الرحمة)
• Zabāniyah (زبانيه)
Tempat
• Ka’bah (الكعبة)
• Âkhirat (الآخرة)
• Barzakh (برزخ)
• Mahsyar (محشر)
• Shirāth (الصراط)
• Firdaws (فردوس)
• Jahannam (جهنم)
• Jannah (جنّة)
• ‘Arasy (عَرْش)
Peristiwa
• Isra dan Mikraj (الإسراء والمعراج)
• Bulan terbelah (انشقاق القمر)
• Yawm al-Qiyāmah (يوم القيامة‎)

Portal Islam

Gua Hira tempat pertama kali Muhammad memperoleh wahyu.

Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat terbelakang yang senang dengan kekerasan dan pertempuran dan menjelang usianya yang ke-40, beliau sering menyendiri ke Gua Hira’ sebuah gua bukit sekitar 6 kilometer sebelah timur kota Mekkah, yang kemudian dikenal sbg
Jabal An Nur. Beliau dapat berhari-hari bertafakur (merenung) dan mencari ketenangan dan sikapnya itu diasumsikan sangat bertentangan dengan kebiasaan istiadat Arab pada zaman tersebut yang senang bergerombol. Dari sini, beliau sering berpikir dengan mendalam, dan memohon untuk Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan.

Muhammad pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611 M, diriwayatkan Malaikat Jibril datang dan membacakan surah pertama dari Quran yang disampaikan untuk Muhammad, yaitu surah
Al-Alaq. Muhammad diperintahkan sbg membaca ayat yang sudah disampaikan untuknya, namun beliau mengelak dengan bicara beliau tak dapat membaca. Jibril mengulangi tiga kali berkeinginan supaya Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama. Jibril berkata:

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang membuat manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan untuk manusia apa yang tak dikenalnya.(Al-Alaq 96: 1-5)

Muhammad berusia 40 tahun 6 bulan dan 8 hari ketika ayat pertama sekaligus pengangkatannya sbg rasul disampaikan untuknya menurut anggaran tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut anggaran tahun syamsiah atau tahun masehi (penanggalan berdasarkan matahari). Setelah kejadian di Gua Hira tersebut, Muhammad kembali ke rumahnya, diriwayatkan beliau merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara bergantian dampak peristiwa yang baru saja dialaminya dan berkeinginan istrinya supaya memberinya selimut.

Diriwayatkan pula sbg lebih menenangkan hati suaminya, Khadijah mengajak Muhammad mendatangi saudara sepupunya yang juga seorang Nasrani yaitu Waraqah bin Naufal. Waraqah banyak mengetahui nubuat tentang nabi terakhir dari kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi. Mendengar kisah yang dialami Muhammad, Waraqah pun bicara, bahwa beliau sudah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi. Kemudian Waraqah menyebutkan bahwa
An-Nâmûs al-Besar
(Malaikat Jibril) sudah datang untuknya, kaumnya akan mengatakan bahwa beliau seorang penipu, mereka akan memusuhi dan melawannya.

Muhammad menerima ayat-ayat Quran secara berangsur-angsur dalam jangka kala 23 tahun. Ayat-ayat tersebut diturunkan berdasarkan kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga nyaris setiap ayat Quran turun didampingi oleh Asbabun Nuzul (sebab/kejadian yang mendasari penurunan ayat). Ayat-ayat yang turun sejauh itu dikumpulkan sbg kompilasi bernama
Al Mushaf
yang juga dinamakan
Al- Qurʾān
(bacaan).

Beberapa ayat Quran mempunyai tafsir atau pengertian yang izhar (jelas), terutama ayat-ayat tentang hukum Islam, hukum perdagangan, hukum pernikahan dan landasan peraturan yang diputuskan oleh Islam dalam bidang lain. Sedangkan beberapa ayat lain yang diturunkan pada Muhammad bersifat samar pengertiannya, dalam artian perlu telah tersedia interpretasi dan pengkajian lebih mendalam sbg memastikan makna yang terkandung di dalamnya, dalam hal ini kebanyakan Muhammad memberi contoh langsung pelaksanaan ayat-ayat tersebut dalam interaksi sosial dan religiusnya sehari-hari, sehingga para pengikutnya mengikutinya sbg contoh dan standar dalam berperilaku dan bertata krama dalam kehidupan bermasyarakat.

Memperoleh pengikut

Selama tiga tahun pertama sejak pengangkatannya sbg rasul, Muhammad hanya menyebarkan Islam secara terbatas di kalanganteman-teman tidak jauh dan kerabatnya, hal ini sbg mencegah timbulnya reaksi akut dan masif dari kalangan bangsa Arab masa itu yang sudah sangat terasimilasi kebiasaan istiadatnya dengan tindakan-tindakan amoral, yang dalam konteks ini bertentangan dengan apa yang akan dibawa dan ditawarkan oleh Muhammad. Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini nasihat Muhammad pada masa-masa awal adalah para babak keluarganya serta golongan masyarakat awam yang tidak jauh dengannya di kehidupan sehari-hari, diantaranya Khadijah, Ali, Zaid bin Haritsah dan Bilal. Namun pada awal tahun 613, Muhammad mengumumkan secara buka agama Islam. Setelah sekian lama banyak tokoh-tokoh bangsa Arab seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Ubaidah bin Harits, Amr bin Nufail yang kemudian masuk ke agama yang dibawa Muhammad. Kesemua pemeluk Islam pertama itu dinamakan dengan
As-Sabiqun al-Awwalun
atau
Yang pertama-tama.

Penyebaran Islam

Sekitar tahun 613 M, tiga tahun setelah Islam disebarkan secara diam-diam, Muhammad mulai memainkan penyebaran Islam secara buka untuk masyarakat Mekkah, respon yang beliau terima sangat keras dan masif, ini disebabkan karena nasihat Islam yang dibawa olehnya bertentangan dengan apa yang sudah menjadi kebiasaan istiadat dan pola pikir masyarakat Mekkah masa itu. Pimpinan Mekkah Abu Jahal mencetuskan bahwa Muhammad adalah orang gila yang akan merusak tatanan hidup orang Mekkah, dampak penolakan keras yang datang dari masyarakat jahiliyyah di Mekkah dan kekuasaan yang dimiliki oleh para pimpinan Quraisy yang menentangnya, Muhammad dan banyak pemeluk Islam awal disiksa, dianiaya, dihina, disingkirkan, dan dikucilkan dari pergaulan masyarakat Mekkah.

Walau mendapat perlakuan tersebut, beliau tetap memperoleh pengikut dalam jumlah besar, para pengikutnya ini kemudian menyebarkan nasihatnya melewati perdagangan ke negeri Syam, Persia, dan kawasan jazirah Arab. Setelah itu, banyak orang yang penasaran dan tertarik kemudian datang ke Mekkah dan Madinah sbg mendengar langsung dari Muhammad, penampilan dan kepribadiannya yang sudah terkenal tidak memihak memudahkannya sbg mendapat simpati dan dukungan dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini menjadi semakin mudah ketika Umar bin Khattab dan sejumlah besar tokoh petinggi suku Quraisy lainnya memutuskan sbg memeluk nasihat islam, walaupun banyak juga yang menjadi antipati mengingat masa itu sentimen kesukuan sangat besar di Mekkah dan Medinah. Tercatat pula Muhammad memperoleh banyak pengikut dari negeri Farsi (sekarang Iran), salah satu yang tercatat adalah Salman al-Farisi, seorang ilmuwan asal Persia yang kemudian menjadi sahabat Muhammad.

Penyiksaan yang dialami nyaris seluruh pemeluk Islam selama periode ini mendorong lahirnya argumen sbg berhijrah (pindah) ke Habsyah (sekarang Ethiopia). Negus atau raja Habsyah, memperbolehkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya dan melindungi mereka dari tekanan penguasa di Mekkah. Muhammad sendiri, pada tahun 622 hijrah ke Yatsrib, kota yang berjarak sekitar 200 mil (320 km) di sebelah Utara Mekkah.

Kronologi Kehidupan Muhammad
Tanggal dan tempat penting dalam hidup Muhammad
569 Meninggalnya ayah, Abdullah
570 Tanggal lahir (perkiraan), 20 April: Makkah
570 Tahun Gajah, gagalnya Abrahah menyerang Mekkah
576 Meninggalnya ibu, Aminah
578 Meninggalnya kakek, Abdul Muthalib
583 Memainkan perjalanan dagang ke Suriah
595 Berjumpa dan menikah dengan Khadijah
610 Wahyu pertama turun dan menjadi Nabi sekaligus Rasul, kemudian memperoleh sedikit pengikut: As-Sabiqun al-Awwalun
613 Menyebarkan Islam untuk umum: Makkah
614 Memperoleh banyak pengikut:
615 Hijrah pertama ke Habsyah
616 Awal dari pemboikotan Quraish terhadap Bani Hasyim
619 Kesudahan dari pemboikotan Quraish terhadap Bani Hasyim
619 Tahun kesedihan: Khadijah dan Abu Thalib meninggal
620 Dihibur oleh Allah melewati Malaikat Jibril dengan cara Isra’ dan Mi’raj sekaligus menerima perintah salat 5 kala
621 Bai’at ‘Aqabah pertama
622 Bai’at ‘Aqabah kedua
622 Hijrah ke Madinah
624 Pertempuran Badar
624 Pengusiran Bani Qaynuqa
625 Pertempuran Uhud
625 Pengusiran Bani Nadir
625 Pertempuran Zaturriqa`
626 Penyerangan ke Dumat al-Jandal: Suriah
627 Pertempuran Khandak
627 Penghancuran Bani Quraizhah
628 Perjanjian Hudaibiyyah
628 Memainkan umrah ke Ka’bah
628 Pertempuran Khaybar
629 Memainkan ibadah haji
629 Pertempuran Mu’tah
630 Pembukaan Kota Makkah
630 Pertempuran Hunain
630 Pertempuran Autas
630 Pendudukan Thaif
631 Menguasai beberapa besar Jazirah Arab
632 Pertempuran Tabuk
632 Haji Wada’
632 Meninggal (8 Juni): Madinah

Hijrah ke Madinah

Masyarakat Arab dari bermacam suku setiap tahunnya datang ke Mekkah sbg beziarah ke Bait Allah atau Ka’bah, mereka menjalankan bermacam tradisi keagamaan dalam lawatan tersebut. Muhammad melihat ini sbg peluang sbg menyebarluaskan nasihat Islam. Di sela mereka yang tertarik dengan nasihatnya ialah sekumpulan orang dari Yatsrib. Mereka menemui Muhammad dan beberapa orang yang sudah terlebih dahulu memeluk Islam dari Mekkah di suatu tempat bernama Aqabah secara sembunyi-sembunyi. Setelah menganut Islam, mereka lalu bersumpah sbg melindungi para pemeluk Islam dan Muhammad dari kekejaman penduduk Mekkah.

Tahun berikutnya, sekumpulan masyarakat Islam dari Yatsrib datang lagi ke Mekkah, mereka menemui Muhammad di tempat mereka berjumpa sebelumnya. Abbas bin Abdul Muthalib, yaitu pamannya yang masa itu belum menganut Islam, ikut telah tersedia dalam pertemuan tersebut. Mereka mengundang orang-orang Islam Mekkah sbg berhijrah ke Yastrib dikarenakan situasi di Mekkah yang tak kondusif bagi keamanan para pemeluk Islam. Muhammad akibatnya menerima ajakan tersebut dan memutuskan berhijrah ke Yastrib PADA TAHUN 622 M.

Mengetahui bahwa banyak pemeluk Islam berniat meninggalkan Mekkah, masyarakat jahiliyah Mekkah berusaha mengcegahnya, mereka beranggapan bahwa bila dibiarkan berhijrah ke Yastrib, Muhammad akan mendapat peluang sbg mengembangkan agama Islam ke daerah-daerah yang jauh lebih lapang. Setelah selama kurang lebih dua bulan beliau dan pemeluk Islam terlibat dalam peperangan dan serangkaian perjanjian, akibatnya masyarakat Muslim pindah dari Mekkah ke Yastrib, yang kemudian setelah kedatangan rombongan dari Makkah pada tahun 622 dikenal sbg Madinah atau
Madinatun Nabi
(kota Nabi).

Di Madinah, pemerintahan (kekhalifahan) Islam diwujudkan di bawah pimpinan Muhammad. Umat Islam lepas beribadah (salat) dan bermasyarakat di Madinah, begitupun kaum minoritas Kristen dan Yahudi. Dalam periode setelah hijrah ke Madinah, Muhammad sering mendapat serangkaian serangan, teror, ancaman pembunuhan dan peperangan yang beliau terima dari penguasa Mekkah, akan tetapi seluruhnya dapat teratasi lebih mudah dengan umat Islam yang masa itu sudah bersatu di Madinah.

Pembebasan Mekkah

Tahun 629 M, tahun ke-8 H setelah hijrah ke Madinah, Muhammad berangkat kembali ke Makkah dengan membawa pasukan Muslim sebanyak 10.000 orang, masa itu beliau bermaksud sbg menaklukkan kota Mekkah dan menyatukan para penduduk kota Mekkah dan madinah. Penguasa Mekkah yang tak mempunyai pertahanan yang memadai kemudian setuju sbg menyerahkan kota Makkah tanpa perlawanan, dengan syarat kota Mekkah akan diserahkan tahun berikutnya. Muhammad menyetujuinya, dan ketika pada tahun berikutnya ketika beliau kembali, beliau sudah berhasil mempersatukan Mekkah dan Madinah, dan lebih lapang lagi beliau masa itu sudah berhasil menyebarluaskan Islam ke seluruh Jazirah Arab.

Muhammad memimpin umat Islam menunaikan ibadah haji, memusnahkan seluruh berhala yang telah tersedia di sekeliling Ka’bah, dan kemudian memberikan amnesti umum dan menegakkan peraturan Islam di kota Mekkah.

Mukjizat

Seperti nabi dan rasul sebelumnya, Muhammad diberikan
irhasat
(pertanda) akan datangnya seorang nabi, seperti yang diyakini oleh umat Muslim sudah dikisahkan dalam beberapan kitab suci agama samawi, dikisahkan pula terjadi pertanda pada masa di dalam kandungan, masa kecil dan remaja. Muhammad diyakini diberikan mukjizat selama kenabiannya.

Umat Muslim meyakini bahwa Mukjizat terbesar Muhammad adalah Al-Qur’an, yaitu kitab suci umat Islam. Hal ini disebabkan karena kebiasaan istiadat Arab pada masa itu yang masih barbar dan tak mengenal peradaban, namun oleh Al-Qur’an hal itu berganti total karena Qur’an membawa banyak peraturan keras yang menegakkan dasar-dasar nilai kebiasaan istiadat baru di alam Arab yang sebelumnya tak berperadaban serta mengeliminasi akar-akar kejahatan sosial yang mengakar di alam Arab, serta pada masa yang lebih tidak jauh mengantarkan pemeluknya meraih tingkat perabadan tertinggi di alam pada masanya.

Mukjizat lain yang tercatat dan diyakini secara lapang oleh umat Islam adalah terbelahnya bulan, perjalanan Isra dan Mi’raj dari Madinah menuju Yerusalem dalam kala yang sangat singkat. Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasan serta kepribadiannya yang banyak dipuji serta menjadi panutan para pemeluk Islam sampai masa ini.

Ciri Fisik Muhammad

Beberapa hadist meriwayatkan beberapa ciri fisik yang diceritakan oleh para sahabat dan istrinya. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Muhammad berperawakan sedang, berkulit putih kemerahan, berjanggut tipis, dan digambarkan mempunyai fisik yang sehat dan kuat oleh orang di sekitarnya. Riwayat lain menyebutkan Muhammad bermata hitam, tak berkumis, berjanggut sedang, serta mempunyai hidung bengkok yang sesuai dengan ciri antropologis bangsa Semit biasanya.

Pernikahan

Selama hidupnya Muhammad menikah dengan 11 atau 13 orang wanita (terdapat perbedaan argumen tentang hal ini). Pada umur 25 Tahun beliau menikah dengan Khadijah, yang berlangsung selama 25 tahun sampai Khadijah wafat.[12]
Pernikahan ini digambarkan sangat bahagia,[13]
[14]
sehingga masa meninggalnya Khadijah (yang bersamaan dengan tahun meninggalnya Abu Thalib pamannya) dinamakan sbg tahun kesedihan.

Sepeninggal Khadijah, Khawla binti Hakim menyarankan kepadanyauntuk menikahi Sawda binti Zama (seorang janda) atau Aisyah (putri Abu Bakar, dimana Muhammad akibatnya menikahi keduanya. Kemudian setelah itu Muhammad tercatat menikahi beberapa orang wanita lagi sampai jumlah seluruhnya sekitar 11 orang, dimana sembilan di selanya masih hidup sepeninggal Muhammad.

Para pandai sejarah diantaranya Watt dan Esposito berpendapat bahwa beberapa besar perkawinan itu dimaksudkan sbg memperkuat ikatan politik (sesuai dengan kebiasaan istiadat Arab), atau memberikan penghidupan bagi para janda (saat itu janda lebih susah sbg menikah karena kebiasaan istiadat yang menekankan perkawinan dengan perawan).[15]

Perbedaan dengan nabi dan rasul terdahulu

Dalam mengemban misi dakwahnya, umat Islam percaya bahwa Muhammad diutus Allah sbg menjadi Nabi bagi seluruh umat manusia
[16], sedangkan nabi dan rasul sebelumnya hanya diutus sbg umatnya masing-masing[17]
[18]
seperti halnya Nabi Musa yang hanya diutus sbg Bani Israil.

Sedangkan kecocokan nasihat yang dibawa Muhammad dengan nabi dan rasul sebelumnya ialah sama-sama mengajarkan keesaan Tuhan, yaitu kesaksian bahwa Tuhan yang berhak disembah hanyalah Allah[19].

Referensi

  1. ^
    Unicode has a special “Muhammad” ligature at U+FDF4

  2. ^


    Tentang suara ini
    click here


    for the Pengucapan Arab.
  3. ^
    bermacam nama Muhammad dalam bahasa Prancis: “Mahon, Mahomés, Mahun, Mahum, Mahumet”; dalam bahasa Jerman: “Machmet”; dan dalam bahasa Islandia kuno: “Maúmet” cf Muhammad,
    Encyclopedia of Islam
  4. ^
    The sources frequently say that, in his youth, he was called by the nickname “Al-Amin” meaning “Honest, Truthful” cf. Ernst (2004), p. 85.
  5. ^
    Elizabeth Goldman (1995), p. 63
  6. ^
    Hart, Michael. 2007.
    100 Tokoh Paling Berpengaruh Sepanjang Masa. Batam: Karisma Publising Group.
  7. ^
    Surah As-Saff (QS 61:6)
  8. ^
    Dari Anas bin Malik, beliau bicara, “Seseorang memanggil rekannya di perkuburan Baqi’ dengan berseru, ‘Hai Abul Qasim!’ Rasulullah saw. menoleh untuknya. Beliau bicara, ‘Wahai Rasulullah, bukan engkau yang saya maksud. Namun, saya memanggil si Fulan.’ Maka Rasulullah saw. bicara, ‘Pakailah namaku tapi jangan pakai kuniyahku’,” (Hadits riwayat Bukhari no. 3537 dan Muslim no. 2131).
  9. ^
    a
    b
    Lings, Martin.
    Muhammad: Kisah Hidup Nabi berdasarkan Sumber Klasik. Jakarta: Penerbit Serambi, 2002. ISBN 979-3335-16-5
  10. ^
    a
    b
    c
    Subhani, Ja’far.
    Ar-Risalah: Sejarah Kehidupan Rasulullah SAW. Jakarta: Penerbit Lentera, 2002. ISBN 979-8880-13-7
  11. ^
    Abdullah bin Abdul-Muththalib bin Hâsyim bin ‘Abd al-Manâf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’b.
  12. ^
    Esposito, John (1998).
    Islam: The Straight Path. Oxford University Press. ISBN 0-19-511233-4. p.18
  13. ^
    Bullough, Vern; Brenda Shelton, Sarah Slavin (1998).
    The Subordinated Sex: A History of Attitudes Toward Women. University of Georgia Press. ISBN 978-0-8203-2369-5. p.119
  14. ^
    Reeves, Minou (2003).
    Muhammad in Europe: A Thousand Years of Western Myth-Making. NYU Press. ISBN 978-0-8147-7564-6. p.46
  15. ^
    Watt, M.
    Aisha bint Abi Bakr. Article at Encyclopaedia of Islam Online. Ed. P.J. Bearman, Th. Bianquis, C.E. Bosworth, E. van Donzel, W.P. Heinrichs. Brill Academic Publishers. ISSN 1573-3912. pp. 16-18
  16. ^
    (QS. 34 : 28)
  17. ^
    http://quran.com/10/47
  18. ^
    http://quran.com/23/44
  19. ^
    http://quran.com/21/25

Tautan luar

  • (Indonesia)
    Muhammad sebelum menjadi nabi dan rasul di situs Dakwatuna.com.
  • (Indonesia)
    Fisik Nabi saw : Babak Lainnya disitus Rumah Islam.com
  • (Indonesia)
    Cinta-Islam: Bangun-bangun Fisik Rasulullah saw
  • (Indonesia)
    Cinta-Islam: Ketinggian Akhlaq Sayyidina Muhammad Al-Mushtofa Shalallaahu ‘alayhi wa Sallam
  • (Inggris)
    The Life of Muhammad by Muhammad Husayn Haykal
  • (Inggris)
    About the Prophet Muhammad (MSA West)


Nabi
dalam
Al-Qur’an
&
Hadits

25 Nabi dan Rasul

Adam (آدم)  • Idris (ادريس)  •
Nuh (نوح)
• Hud (هود)  • Shaleh (صالح)  •
Ibrahim (ابراهيم)
• Luth (لوط)  • Isma’il (اسماعيل)  • Ishaq (اسحاق)  • Yaqub (يعقوب)  • Yusuf (يوسف)  • Ayyub (أيوب)  •
Syu’aib (شعيب)  •
Musa (موسى)
• Harun (هارون
)  • Zulkifli (ذو الكفل)  • Dawud (داود)  • Sulayman (سليمان)  • Ilyas (إلياس)  • Al-Yasa (اليسع)  •
Yunus (يونس)  • Zakariyya (زكريا)  • Yahya (يحيى)  •
Isa (عيسى)


Muhammad (محمد)

Diceritakan dalam Quran dan Hadits

Syits (شيث)  • Khadr (خضر)  • Yuwsya` (يوشع
)  • Hazqiyal (حزقيال)  • Shamu`il (صموئيل)  • Asya’ya (أشعياء)  • Aramiya (إرميا)  • Dâniyal (دانيال)
Uzayr (عزير)  • Syam`un (سامءن) • Hanzolah (حنظلة)

Keterangan:
Ulul Azmi



edunitas.com

Nabi Yunus Diangkat Menjadi Rasul Pada Usia

Sumber: https://p2k.unkris.ac.id/id1/1-3073-2962/Muhammad_24659_Portal:Geografi_p2k-unkris.html

Baca juga:  Cara Mematikan Batas Penggunaan Data Xiaomi