Narasi Ekspositorik Adalah Karangan Yang Menuliskan Peristiwa Berdasarkan

Cantiks.com – Narasi Ekspositorik Adalah Karangan Yang Menuliskan Peristiwa Berdasarkan

Banyak orang yang mengartikan teks narasi sebagai karangan atau cerita. Ya, memang hal tersebut tidak salah, namun juga tidak sepenuhnya benar. Pengertian narasi secara luas adalah suatu karangan yang menjelaskan peristiwa atau kejadian berdasar urutan waktu.

Karangan peristiwa atau kejadian tersebut bisa saja berupa fakta atau imajinasi penulis. Nah, narasi sendiri terbagi menjadi beberapa 2 jenis, yakni teks narasi ekspositorik dan sugestif.

Penjelasan Teks Narasi Ekspositorik dan Sugestif

  1. Teks Narasi Ekspositorik
    Teks narasi jenis ini bertujuan menyampaikan informasi mengenai kejadian atau peristiwa yang tepat. Yang diceritakan pada narasi ekspositorik biasanya adalah tokoh inspiratif, kisah seseorang yang terkenal atau memiliki peran penting dalam suatu hal. Cerita tentang tokoh penting ini bisa disebut sebagai biografi.Selain menceritakan kisah tokoh penting, ekspositorik juga bisa berupa cerita peristiwa bersejarah, seperti peristiwa kemerdekaan, Perang Dunia II, Pertempuran Ambarawa, dan lain sebagainya.Untuk lebih jelasnya, berikut ini contoh narasi ekspositorik :Tepat pada 10 November 1945 gerakan perlawanan rakyat Kota Surabaya terhadap Belanda meletus. Rakyat Surabaya bersatu melawan penjajah yang sudah 3,5 abad menguasai Indonesia ini.Perang semakin panas ketika pimpinan tentara sekutu Belanda terbunuh, yakni Brigjen Mallaby. Serangan besar-besaran terjadi di Surabaya, baik serangan udara, darat, maupun laut. Belanda, Inggris dan sekutu lainnya mengerahkan 30.000 infanteri untuk serangan tersebut.Kejadian tersebut sangatlah mengerikan, banyak para pejuang yang akhirnya gugur di pertempuran. Meski begitu, pejuang Bangsa Indonesia tak patah semangat, justru semangat mereka semakin membara.

    Diwakili dengan Bung Tomo yang berpidato dengan gagah berani, semakin membakar semangat para pejuang Surabaya. Semangat juang hingga titik darah penghabisan tersebut membuat rencana penjajah untuk menaklukan Surabaya gagal total selama 3 hari.

  2. Teks Narasi Sugestif
    Jika teks narasi ekspositorik bermaksud memberi informasi kepada pembacanya, maka teks narasi sugestif bermaksud memberi pesan atau amanat kepada pembaca. Amanat tersebut bisa tersirat maupun tersurat, namun pembaca pasti akan tahu maksud sebuah narasi tersebut.Peristiwa yang diceritakan pada narasi sugestif ini tetap diceritakan berdasarkan urutan waktu, sehingga maksud atau isi narasi mudah ditangkap oleh pembaca.Di bawah ini adalah contoh narasi sugestif sederhana dan singkat serta mudah dipahami oleh pembaca:

    Hari Minggu bukanlah hari santai bagiku. Mungkin bagi sebagian besar remaja seusiaku hari minggu adalah saatnya bersantai, namun lain denganku. Ya, pukul 5 pagi, di saat semuanya sedang tertidur pulas, aku sudah terbangun. Saat itu pula aku langsung membantu ibu memasak untuk kemudian dijual. Ya, ibuku seorang penjual nasi uduk keliling, jadi hari Minggu adalah saat yang tepat untuk membantunya.Aku tak hanya membantu memasak serta menyiapkan dagangannya, namun juga membantu berjualan keliling hingga tiba waktu dzuhur. Dengan meluangkan waktu membantu sekali dalam seminggu, aku bisa tahu betapa lelahnya ibu, betapa kerasnya perjuangannya mencari uang untuk menyekolahkanku. Itulah salah satu alasan mengapa aku selalu ingin menjadi yang terbaik di kelas dan membuat ibuku bangga.Itu dia contoh narasi dari 2 jenis teks narasi secara umum. Cerita yang ditulis menggunakan gaya penulisan narasi dinilai lebih mudah dipahami, sehingga informasi atau amanat yang ingin disampaikan penulis pun akan tersampaikan kepada pembaca.

Baca Juga:
Pengertian Administrasi Menurut Para Ahli Lengkap

Baca juga:  Kolam Renang Yang Ada Ombak Buatan

Setiap teks narasi memiliki 3 unsur pokok agar informasi yang terkandung di dalamnya sampai pada pembaca, yakni peristiwa, tokoh, dan waktu. Selain ketiga unsur tersebut, narasi masih dilengkapi dengan unsur tambahan, seperti tempat, watak dan lain sebagainya.

Narasi merupakan jenis pengembangan paragraf pada sebuah tulisan yang rangkaian peristiwanya dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir.

Apa yang dimaksud dengan teks narasi?

Tujuan Penulisan Narasi

Tujuan menulis karangan narasi yaitu:

  1. Hendak memberikan informasi/wawasan serta memperluas pengetahuan
  2. Memberikan pengalaman estetis kepada pembaca

Ciri-Ciri Narasi

  1. Menonjolkan unsur perbuatan/tindakan.
  2. Dirangkai dalam urutan waktu.
  3. Berusaha menjawab pertanyaan “apa yang terjadi?”
  4. Ada konfliks.

Narasi dibangun dalam sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfliks. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronologis, ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut:

Narasi dibangun dalam suatu alur serita. Alur tersebut tidak akan menarik bila tidak ada konflik. Selain alur cerita, susunan kronologi serta konflik, ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi, yaitu:

  1. Cerita tentang suatu peristiwa/pengalaman penulis.
  2. Kejadian/peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.
  3. Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik.
  4. Memiliki nilai estetika.
  5. Menekankan susunan secara kronologis.

Ciri yang dikemukakan Keraf memiliki persamaan dengan Atar Semi, bahwa narasi memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfliks. Perbedaannya, Keraf lebih memilih ciri yang menonjolkan pelaku.

  1. Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan
  2. Tetapkan sasaran pembaca
  3. Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur
  4. Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita
  5. Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita
  6. Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandangan
  7. Mengerti aturan tanda bacanya dalam kalimat tersebut

Jenis-jenis narasi

Narasi informatif merupakan narasi yang mempunyai sasaran penyampaian informasi dengan tepat terhadap suatu peristiwa dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.

Narasi ekspositorik merupakan sebuah narasi yang mempunyai penyimpanan informasi dengan tepat terhadap suatu peristiwa dengan adanya tujuan memperluas pengetahuan orang terhadap kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan sebuah peristiwa dengan berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan umumnya, satu orang.

Pelaku diceritakan dari saat kecil sampai saat ini atau sampai terakhir dala kehidupannya. Karangan narasi tersebut diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku terhadap penulisan narasi ekspositorik. Ketentuan tersebut berhubungan dengan bahasa yang logis, dengan bersarkan fakta yang ada, tidak menambahkan suatu unsursugestif atau bersifat objektif.

Narasi artistik merupakan narasi yang berusaha untuk memberikan maksud tertentu, menyampaikan amanat terselubung terhadap para pembaca atau pendengar sehingga terlihat seakan-akan melihat. Ketentuan tersebut berkaitan dengan pemakaian bahasa yang logis, dengan berdasarkan fakta, tidak menambahkan sesuatu yang bersifat objektif atau unsursugestif.

Narasi sigestif merupakan suatu narasi yang berusaha untuk memberikan maksud tertentu, menyampaikan amanat terselubung kepada para pembaca/pendengar sehingga terlihat seakan-akan melihat.

Demikian Penjelasan Tentang
√ Narasi: Pengertian, Tujuan, Ciri, Serta Jenis Dan Contohnya Semoga Bermanfaat Bagi Semua Pembaca GuruPendidikan.Com

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari

Diperbarui tanggal 5/Des/2021

Karangan narasi ekspositoris adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada para pembaca suatu peristiwa dalam urutan dan kurun waktu tertentu (Keraf, 2007: 136). Atau lebih singkatnya lagi karangan narasi merupakan jenis karangan yang mengisahkan sebuah kejadian atau peristiwa berdasarkan urutan waktu. Karangan ini bisa berbentuk paragraf atau cerita nyata yang benar-benar terjadi atau hanya karangan fiktif seperti novel, roman dan cerpen. Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir. Tujuan dari menulis karangan narasi ekspositoris menurut Keraf (2007) adalah:

  1. Agar pembaca seolah-olah sudah menyaksikan atau mengalami kejadian yang diceritakan.
  2. Berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca suatu peristiwa yang telah terjadi.
  3. Untuk menggerakkan aspek ekonomi
  4. Membentuk citra / imajinasi pembaca
  5. Menyampaikan amanat terselubung kepada pembaca atau pendengar
  6. Memberi informasi kepada pembaca dan memperluas pengetahuan (pada narasi ekspositoris / non fiksi)
  7. Menyampaikan sebuah makna kepada pembaca melalui daya khayal yang dimilinya (pada narasi sugestif / fiktif)
Baca juga:  Soal Pkn Kelas 5 Semester 1 Tentang Pancasila

Tahapan Menulis Karangan Narasi Ekspositoris

Tahapan menis karangan narasi ekspositoris, yaitu sebagai berikut.

  1. Menentukan tema cerita
  2. Menentukan tujuan
  3. Mendaftarkan topik atau gagasan topik
  4. Menyusun gagasan pokok menjadi kerangka karangan secara kronologis atau urutan waktu.
  5. Mengembangkan kerangka menjadi karangan. Kerangka karangan yang bersifat naratif dapat dikembangkan dengan pola urutan waktu. Penyajian berdasarkan urutan waktu adalah urutan yang didasarkan pada tahapntahapan atau peristiwa atau kejadian. Pola urutan waktu ini sering digunakan pada cerpen, novel, roman, kisah perjalanan, cerita sejarah dan sebagainya.

Pola Pengembangan Narasi Ekspositoris

Menurut Semi (2007 : 30), tulisan narasi ekspositoris biasanya mempunyai pola. Pola sederhana berupa awal peristiwa, tengah peristiwa dan akhir peristiwa. Awal narasi biasanya berisi pengantar, yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca. Dengan kata lain, bagian ini mempunyai fungsi khusus untuk memancing pembaca dan
mengiring pembaca pada kondisi ingin tahu kejadian selanjutnya. Bagian tengah merupakan bagian yang menjelaskan secara panjang lebar tentang peristiwa. Dibagian ini, penulis memunculkan suatu konflik. Kemudian, konflik tersebut diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konflik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda. Bagian terakhir ini konfliknya mulai menuju kearah tertentu. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada bagian diceritakan dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan cerita dengan mempersilahkan pembaca untuk menebaknya sendiri.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pengembangan tulisan dengan teknik narasi ekspositoris dilakukan dengan mengemukakan rangkaian peristiwa yang terjadi secara kronologis. Dalam karangan ini, bagianbagian karangan disajikan sesuai dengan kejadian dalam waktu tertentu. Bagian pertama menyajikan kejadian satu, kemudian disusul dengan kejadian kedua,
menyajikan bagian kedua dan seterusnya.

Teknik pengembangan narasi diidentikkan dengan penceritaan (storitelling), karena teknik ini biasanya selalu digunakan untuk menyampaikan sesuatu cerita. Karangan-karangan berbentuk cerita pada umumnya merupakan karangan fiksi. Namun, teknik narasi ini tidak hanya digunakan untuk mengembangkan tulisan-tulisan berupa fiksi saja. Teknik narasi ini dapat pula digunakan untuk mengembangkan penulisan karangan non fiksi. (Syafie’ie dalam Widodo, 2000: 103). Seorang siswa dapat menuliskan darmawisata, seorang wartawan menuliskan laporan kunjungannya kesuatu negara, seorang arkeolog menuliskan jalannya penggalian sejarah yang dilakukannya.

Langkah menyusun narasi ekspositoris (terutama yang berbentuk fiksi) cenderung dilakukan melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan dan menggali ide. Oleh karena itu, cerita dirangkai dengan menggunakan rumus 5 W + 1H, yang dapat disingkat menjadi adik simba.

  1. (what) apa yang akan diceritakan,
  2. (where) dimana lokasi / setting ceritanya,
  3. (when) kapan peristiwa – peristiwa berlangsung,
  4. (who) siapa pelaku ceritanya,
  5. (why) mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi,
  6. (how) bagaimana cerita itu dipaparkan
Baca juga:  Jenis Foto Yang Diambil Secara Sembunyi Sembunyi Disebut

Unsur-unsur Penulisan Narasi Ekspositoris

Keraf (2007:23) mengatakan kriteria dalam menulis narasi ekspositoris dengan memperhatikan unsur-unsur penulisan narasi ekspositoris sebagai berikut:

  1. Proses Penulisan dan Pengembangan ide Menentukan topik atau tema yang jelas, menentukan tujuan penulisan karangan, membuat kerangka karangan, mengembangkan ide karangan yang sesuai.
  2. Konten/ Isi
    Menuliskan informasi yang relevan, isi teks/paragraf sesuai dengan pakta dan detail berdasarkan fakta, memaparkan informasi yang saling berkaitan satu sama lain sehingga menghasilkan karangan yang runtut/berurutan dan menarik.
  3. Pengorganisasian
    Menuliskan pembukaan yang menarik dan menyertakan tujuan yang jelas, menggunakan kata sambung yang bervariasi untuk menghubungkan kalimat-kalimat dalam satu paragraf dan antar paragraf.
  4. Penerapan aturan umum penulisan
    Konsisten menggunakan huruf besar, ejaan yang benar, huruf kapital, dan tata bahasa yang benar.
  5. Pemilihan Kata/ Diksi
    Pemilihan kata yang tepat, menarik, mendukung dalam pembentukan kalimat dan paragraf .
  6. Gaya Bahasa
    Gaya bahasa dalam pengembangan kualitas karangan, menyesuaikan penggunaan gaya bercerita dengan memperhatikan variasi.

Kriteria Karangan Narasi Ekspositoris

Berdasarkan unsur-unsur pembangun narasi ekspositoris, maka yang menjadi kriteria dalam karangan narasi ekspositoris menurut Keraf (2007:25) adalah :

  1. Kejelasan tema
    Tema merupakan pokok masalah dalam suatu cerita. Jadi dapat disimpulkan bahwa kejelasan tema adalah keadaan yang jelas dalam suatu cerita yang merupakan pokok pembicaraan dalam tulisan tersebut. Sehubungan dengan itu dalam penelitian ini aspek yang dinilai adalah kejelasan tema dalam setiap paragraf pada karangan narasi ekspositoris. Jadi setiap paragraf harus jelas dan berhubungan dengan tema yang diangkat. Kejelasan tema dapat ditentukan dengan kalimat yang jelas dan tidak berbelit-belit.
  2. Keruntutan alur
    Alur/plot adalah jalinan cerita, bagaimana cerita itu disusun, sehingga peristiwa demi peristiwa dapat terjalin dengan baik. Aspek yang dinilai adalah keruntutan alur dalam setiap paragraf pada karangan narasi ekspositoris. Keruntutan alur dapat ditentukan dengan memperhatikan kesesuaian posisi paragraf yang bersangkutan dengan posisi pada alur yang seharusnya.
  3. Kejelasan pelaku
    Pelaku disebut juga dengan tokoh. Tokoh adalah orang yang terdapat dalam cerita. penokohan disebut juga dengan watak/ karakter. Watak/karakter berhubungan dengan perangai si pelaku atau tokoh dalam suatu narasi ekspositoris perlu diperhatikan, karena tidak akan ada cerita tanpa adanya pelaku. Sehubungan dengan itu dalam menulis narasi ekspositoris harus memperhatikan kejelasan pelaku. Dalam hal ini kejelasan pelaku dapat dilihat dari setiap paragraf pada karangan narasi ekspositoris. Kejelasan pelaku dapat ditentukan dengan memperhatikan pengisahan tokoh secara jelas dan konsisten dalam setiap paragraf pada karangan narasi ekspositoris tersebut.
  4. Kejelasan latar/setting
    Latar terbagi atas tiga bagian, yaitu latar tempat, waktu dan suasana. Sehubungan dengan itu dalam menulis narasi ekspositoris latar harus jelas, sehingga informasi yang didapatkan jelas. Aspek yang dinilai adalah kejelasan latar dalam setiap paragraf pada karangan narasi ekspositoris. Kejelasan latar dapat ditentukan dengan kejelasan tempat, waktu dan suasana dalam setiap paragraf pada karangan narasi ekspositoris.
  5. Kejelasan sudut pandangSudut pandang dalam hubungan dengan narasi ekspositoris, yaitu cara seorang pengarang melihat seluruh tindak tanduk dalam suatu narasi ekspositoris, dapat dibagi dalam dua pola utama yaitu: (1) sudut pandang orang pertama, (2) sudut pandang orang ketiga. Sehubungan dengan hal tersebut, dalam menulis karangan narasi ekspositoris kejelasan sudut pandang sangat diperlukan, untuk mengetahui kejelasan siapakah yang menceritakan kisah ini, dan siapa yang diceritakan dalam kisah ini. Aspek yang dinilai adalah kejelasan sudut pandang dalam

    setiap paragraf pada karangan.

Narasi Ekspositorik Adalah Karangan Yang Menuliskan Peristiwa Berdasarkan

Sumber: https://termasyhur.com/narasi-ekspositorik-adalah-karangan-yang-menuliskan-peristiwa-berdasarkan