Sebutkan Ada Berapa Banyak Kedudukan Dua Garis Jelaskan

Cantiks.com – Sebutkan Ada Berapa Banyak Kedudukan Dua Garis Jelaskan

3:10 PM
 – by Unknown
6

Pernahkah kalian mengikuti lomba baris-berbaris untuk kegiatan 17 Agustus? Atau hanya sekadar menonton pasukan baris-berbaris? Jika diperhatikan, kegiatan baris-berbaris terdiri atas 3 atau 4 banjar ke belakang. Salah satu penilaiannya adalah kerapian dalam menyusun barisan. Tiap banjar harus mempertahankan banjarnya agar selalu membentuk garis lurus dan jaraknya selalu konstan antar banjar. Pada kasus ini, kalian dapat mengamati bahwa kedua banjar barisan tersebut tidak pernah berpotongan, selalu sejajar dengan jarak yang sama. Kedua banjar barisan tersebut bisa kita misalkan dua buah garis lurus, sehingga keduanya tidak saling berpotongan dan disebut garis sejajar.

Permasalahan tersebut merupakan salah satu contoh dari kedudukan dua garis. Apakah kedudukan garis hanya sejajar? Untuk tahu jawabannya, yuk simak topik ini dengan seksama.

Sebelum kalian belajar tentang kedudukan dua garis, kalian perlu memahami terlebih dahulu pengertian sebuah garis. Untuk itu, mari kita simak penjelasan berikut ini.

Suatu garis terbentuk dari hubungan antara dua titik yang tidak berhimpit dan membentuk garis lurus. Suatu garis tidak memiliki ujung atau pangkal. Jika suatu garis memiliki pangkal tapi tidak berujung, dinamakan
sinar garis
, sedangkan jika suatu garis memiliki pangkal dan ujung, dinamakan
ruas garis
. Penamaan suatu garis dapat dituliskan menggunakan huruf kecil seperti
g, h, k, l
 dan sebagainya, sedangkan penamaan untuk ruas garis dapat dituliskan nama titik penyusunya.


Perhatikan gambar berikut ini.

Kalian tentu telah paham tentang pengertian garis. Sekarang, mari kita belajar tentang kedudukan dua garis.

Misalkan diberikan dua buah garis yaitu
m
 dan
n
. Sifat-sifat kedudukan dua garis tersebut yaitu sebagai berikut.

Garis
m
 dan
n
 dikatakan sejajar jika kedua garis itu tidak pernah berpotongan di titik manapun meskipun diperpanjang sampai tak berhingga. Dua garis yang sejajar dinotasikan dengan ”
//
 ” dan selalu dapat ditempatkan pada bidang yang sama.

Garis
m
 dan
n
 dikatakan saling berpotongan apabila garis tersebut terletak pada satu bidang datar dan mempunyai satu titik potong atau titik persekutuan.

Garis
m
 dan
n
 dikatakan saling berimpit apabila garis tersebut terletak pada satu garis lurus pada suatu bidang. Syarat minimal dua garis berimpit adalah dua titik pada masing-masing garis saling berimpit.

Garis
m
 dan
n
 dikatakan bersilangan apabila garis-garis tersebut tidak terletak pada satu bidang datar dan tidak akan berpotongan apabila diperpanjang.

Baca juga:  Sebutkan Bahan Alam Yang Dapat Digunakan Untuk Membuat Karya Kolase

Garis
m
 terletak pada bidang DCGH dan garis
n
 terletak pada bidang ABFE. Garis
m
 dan garis
n
 saling bersilangan.

Materi tersebut cukup membuat kalian paham bukan? Untuk menambah pemahaman kalian, perhatikan contoh berikut ini.


Contoh 1:

Diketahui kubusABCD.EFGH. Kemungkinan kedudukan garis-garis diagonal bidang pada masing masing sisi kubus adalah ….


Penyelesaian:

Perhatikan gambar kubusABCD.EFGH berikut ini.

Misalkan diambil salah satu diagonal bidang yaituAC.

Diagonal bidangAC akan berpotongan dengan diagonal bidangBD pada bidangABCD.

Diagonal bidangAC akan sejajar dengan diagonal bidangEG pada bidangACGE.

Diagonal bidangAC akan bersilangan dengan diagonal bidangFH pada bidangEFGH.

Dengan demikian, untuk setiap diagonal bidang pada kubus selalu bisa ditemukan garis lain yang sejajar, berpotongan dan bersilangan.


Contoh 2:

Diberikan garisk,l,m. Jika garisk sejajar dengan garism dan garism sejajar dengan garisl, maka kemungkinan kedudukan garisk danl adalah ….


Penyelesaian:

Ada 2 kemungkinan, yaitu:

Pada kasus 1, garisk akan sejajar dengan garisl.
Pada kasus 2, garisk akan berimpit dengan garisl.
Garisk danl tidak akan berpotongan dan bersilangan.


Contoh 3:

Perhatikan bangun layang-layang berikut ini.

Jika ruas garisTV danRS diperpanjang, maka kedudukan kedua garis adalah ….


Penyelesaian:

Perhatikan bahwaRSTV merupakan bangun layang-layang sehingga ruas garisTV danRStidak sejajar.

Dengan demikian, jika ruas garisTV danRS diperpanjang maka kedua garis akan berpotongan di suatu titik.

Email This
BlogThis!
Share to Twitter
Share to Facebook


Posted in: KELAS 7

Artikel Matematika kelas XII kali ini akan menjelaskan tentang kedudukan titik, garis, dan bidang pada bangun ruang. Ada 5 macam kedudukannya. Apa saja ya? Simak penjelasannya berikut!

Teman-teman, di bangku sekolah dasar, kita udah belajar materi tentang bangun ruang atau bangun dimensi tiga, ya. Masih ingat nggak? Coba kita ingat kembali ya. Seperti yang kita tau, bangun ruang itu terbagi menjadi dua. Ada bangun ruang sisi datar, seperti balok, kubus, prisma, dan limas, ada juga bangun ruang sisi melengkung, seperti tabung, kerucut, dan bola.

Nah, pada bangun ruang, kita mengenal istilah titik, garis, dan bidang. Yep! Dasarnya, bangun ruang itu tersusun dari tiga elemen tersebut. Masing-masing elemen, tentu punya kedudukan atau posisi tertentu pada bangun ruang itu sendiri.

Baca juga:  Soal Essay Ips Kelas 9 Semester 2 Beserta Kunci Jawaban

Di artikel ini, kita akan membahas kedudukan titik, garis, dan bidang pada bangun ruang. Seperti apa aja, ya? Langsung kita simak yuk penjelasan lengkapnya berikut ini!

Baca juga: Mengenal Ilmu Tertua dalam Matematika: Geometri!

1. Kedudukan Titik pada Garis

Titik merupakan
bagian terkecil dari objek geometri
 karena nggak memiliki ukuran tertentu, baik panjang, lebar, maupun tebal.Kedudukan titik pada garis terbagi menjadi dua macam, yaitu titik terletak pada garis dan titik nggak terletak pada garis. Nah, contohnya, bisa kamu lihat pada gambar di bawah ini, ya.

2. Kedudukan Titik pada Bidang

Bidang sendiri merupakan gabungan lebih dari beberapa garis yang saling terhubung. Kedudukan titik pada bidang juga terbagi menjadi dua macam. Pertama, titik berada di dalam bidang dan kedua, titik berada di luar bidang. Contohnya seperti gambar berikut ini!

3. Kedudukan Garis pada Garis Lainnya

Selanjutnya, kita bahas kedudukan garis.
Garis merupakan himpunan atau kumpulan titik-titik yang mempunyai ukuran panjang
.
Antara satu garis dengan garis lainnya juga punya kedudukan. Ada empat macam kedudukannya. Di antaranya, dua garis yang saling berpotongan, dua garis yang sejajar, dua garis yang saling berhimpit, dan dua garis yang saling bersilangan. Garis yang berpotongan itu terletak di bidang yang sama, ya. Beda dengan garis bersilangan. Garis bersilangan ini garis yang terletak di bidang berbeda dan nggak punya titik persekutuan.

4. Kedudukan Garis pada Bidang

Garis dan bidang juga bisa saling memiliki kedudukan satu dengan yang lainnya, ya. Ada tiga macam kedudukan garis pada bidang. Pertama, garis yang sejajar pada bidang. Kedua, garis yang berimpit pada bidang, dan yang ketiga garis yang memotong bidang.

5. Kedudukan Bidang pada Bidang Lainnya

Sesama bidang pun ternyata juga saling memiliki kedudukan, lho! Pertama, ada yang namanya dua bidang sejajar. Artinya, dua bidang tersebut nggak punya titik atau garis persekutuan. Kedua, adalah dua bidang yang saling berimpit. Artinya, setiap titik di bidangnya itu ada di bidang satunya (lainnya). Ketiga, adalah dua bidang yang saling berpotongan. Artinya, kedua bidang punya garis persekutuan.

Baca juga:  Sebutkan 3 Prinsip Kerajinan Bahan Keras

Nah, sekarang kamu sudah tau kan kalo ada lima macam kedudukan antara titik, garis, dan bidang pada bangun ruang. Supaya lebih paham dengan kedudukan-kedudukan tersebut, berikut ada contoh soal yang bisa kamu pakai untuk latihan.

Baca Juga: Memahami 6 Bentuk dan Menyelesaikan Persamaan Logaritma

Latihan Soal



Hmmm… kira-kira jawabannya yang mana, ya? Perlu kamu inget nih, bahwa dua garis itu dikatakan bersilangan jika dua garis tersebut nggak sebidang. Oke, perhatikan seksama yuk penjelasannya.

Garis BD dan FH
itu terletak di bidang yang sama, yaitu BDHF dan nggak punya titik persekutuan, jadi mereka nggak bersilangan. Kemudian,
garis BD dan BF
terletak pada bidang yang sama juga, yaitu bidang BDHF dan punya titik persekutuan di titik B. Jadi, kedua garis tersebut tidak bersilangan.

Garis BD dan AC
terletak pada bidang yang sama, yaitu bidang ABCD dan punya satu titik persekutuan di titik kedua garis tersebut berpotongan. Dengan kata lain, kedua garis tersebut nggak bersilangan. Kemudian,
garis BD gan HB
juga terletak pada bidang yang sama, yaitu bidang BDHF dan punya satu titik persekutuan di titik B, sehingga kedua garis tersebut nggak bersilangan.



Dengan kata lain, garis yang bersilangan ialah garis
BD dan EG. Yaps! Kedua garis tersebut kalau kamu perhatiin nggak berada di bidang yang sama. Garis BD berada di bidang ABCD, sedangkan garis EG berada di bidang EFGH, sehingga nggak punya titik persekutuan.

Gimana soal latihannya? Sudah cukup belum? Kalo kamu masih mau penjelasan yang lebih lengkap dan menarik, ada lho di
ruangbelajar
yang penjelasannya pake animasi keren itu, lho! Belajar kamu dijamin makin seru dan mudah, deh. Gabung sekarang yuk di ruangbelajar!

Sumber Referensi:

Wirodikromo S, Darmanto M, (2019) Matematika untuk SMA/MA Kelas XII kelompok Wajib. Jakarta: Erlangga.

Artike diperbarui 15 Juli 2021.

Video yang berhubungan

Sebutkan Ada Berapa Banyak Kedudukan Dua Garis Jelaskan

Sumber: https://apamaksud.com/jelaskan-kedudukan-dua-garis-yang-sejajar-kemudian-gambarlah-garis-g-dan-garis-h-yang-sejajar