Kata Baku Dari Nggak

Kata Baku Dari Nggak

Kata baku dan tidak baku
harus dipahami betul oleh penulis. Sebab ini berkaitan dengan tulisan yang ada di buku Anda. Memahami kata baku ini dapat membedakan mana tulisan formal dan semi formal. Untuk itu sebagai penulis Anda harus dapat membedakan antara kedua kata ini.

Secara umum, kata dalam Bahasa Indonesia ada dua yaitu kata baku dan tidak baku. Penggunaan kata ini dibedakan berdasarkan jenis surat atau laporan yang dibuat selain itu perbedaanya juga dapat dilihat pada saat berkomunikasi kepada atasan atau berada dalam sebuah forum resmi yang menggunakan kata baku agar terlihat lebih sopan. Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari agar lebih mudah berkomunikasi yaitu menggunakan kata tidak baku.

Kata baku biasanya dipakai pada lingkungan formal seperti sekolah, tempat kerja, instansi pemerintahan. Berbeda dengan kata tidak baku yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari seperti berbicara dengan teman, chatting di sosial media, dan lain-lain.

Namun masih terdapat kesalahan saat menggunakan kedua jenis kata ini. Kesalahan yang terjadi bukan hanya dalam hal berkomunikasi saja melainkan menuliskan sebuah kalimat pada surat atau laporan.

Jika terdapat kesalahan saat menggunakannya pada waktu berbicara mungkin tidak terlalu terlihat, namun berbeda halnya pada waktu menuliskan sebuah surat resmi atau laporan. Hal tersebut dapat mengakibatkan hal yang buruk seperti merusak citra seseorang dan terlihat sangat tidak sopan.

Pentingnya Memahami Kata Baku dan Tidak Baku

Mengetahui kata baku dan tidak baku beserta artinya menjadi penting, karena faktanya, terdapat banyak penyimpangan yang sering terjadi dalam aturan baku tersebut.

Hal ini tidak lepas dari adanya pengaruh lingkungan, di mana setiap daerah di Republic of indonesia memiliki logat atau dialek yang berbeda. Perbedaan inilah yang membuat pengucapan kata baku jadi menyimpang. Kata-kata yang menyimpang ini biasa disebut dengan kata yang tidak baku.

Secara fungsinya, kata baku memiliki beberapa fungsi krusial sebagai satu ciri khas bangsa. Fungsi tersebut diantaranya:

1. Sebagai Pemersatu

Fungsi penggunaan kata baku bagi masyarakat Indonesia adalah untuk menghubungkan semua penutur dari berbagai macam bahasa daerah yang berbeda-beda. Nah, dengan penggunaan kata baku, bahasa baku dapat dijadikan pemersatu masyarakat-masyarakat daerah menjadi satu bangsa.

2. Sebagai Pemberi Kekhasan

Indonesia mengharuskan setiap wilayah daerahnya menggunakan bahasa baku, yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Nah, melalui fungsi itu, maka bahasa baku dapat memperkuat rasa nasionalisme masyarakat daerah yang bersangkutan.

3. Pembawa Kewibawaan

Bahasa baku juga ikut serta membawa wibawa atau prestise seseorang. Fungsi pembawa kewibawaan bersangkutan dengan usaha seseorang dalam mencapai kesederajatan dengan peradaban yang dikagumi melalui pemerolehan bahasa baku sendiri.


Selain fungsi di atas, kata baku di Indonesia sudah menjadi satu aturan dalam penulisan surat atau tulisan resmi. Contoh penggunaan kata baku:

  • Membuat surtat dinas, surat edaran dan surat resmi lainnya.
  • Membuat laporan
  • Membuat karya ilmiah
  • Membuat nota dinas
  • Membuat surat lamaran pekerjaan
  • Saat musyawarah atau diskusi
  • Saat berpidato dan rapat dinas
  • Surat menyurat antar organisasi, instansi atau lembaga, dan lain sebagainya.
Baca juga:  Kata Kata Sad Girl Singkat

Ya, bagi seorang penutur atau pembicara yang mahir berbahasa Indonesia yang baik dan benar di suatu masyarakat akan memperoleh wibawa di mata masyarakat tersebut.

Namun sayangnya di tengah komunikasi masyarakat, penggunaan kata tidak baku justru lebih populer. Sedangkan kata baku, lebih sering digunakan untuk acara dan komunikasi formal, kuliah, atau dalam tulisan sastra dan penelitian. Lantas
apa sih perbedaan antara kata baku dan tidak baku?

Pengertian Kata Baku

Kata baku adalah kata yang penggunaanya sudah sesuai dengan kaidah atau pedoman bahasa Republic of indonesia yang telah ditentukan. Pengertian lain dari kata baku adalah sebagai kata yang sudah benar dari segi aturan maupun ejaan kaidah bahasa Indonesia.

Kaidah Bahasa Indonesia ini dikenal sebagai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) atau tata bahasa baku. Kata baku umumnya sering digunakan pada kalimat yang resmi, baik itu dalam suatu tulisan maupun dalam pengungkapan kata-kata.

Biasanya, kata baku digunakan untuk penulisan ataupun pengungkapan kata-kata yang bersifat resmi baik dalam suatu tulisan atau dalam pengungkapan kata. Penggunaan kata baku ini menandakan bahwa Anda menghargai dan menghormati seseorang yang kedudukannya diatas Anda

Baca Juga:

Perbedaan Singkatan dan Akronim

Penggunaan Huruf Miring yang Baik dan Benar

Penggunaan Huruf Kapital yang Baik dan Benar

Penggunaan Kata Di yang Baik dan Benar

Pengertian Kata Baku Menurut Para Ahli

Berikut pengertian kata baku menurut para ahli:

1. Kosasih dan Hermawan

Pendapat pertama yang memberi definisi pada kata baku dikemukakan oleh Kosasih dan Hermawan. Menurut keduanya, kata baku adalah kata yang cara pengucapan ataupun penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah yang dibakukan.

Adapun kaidah standar yang dibakukan disini adalah untuk menyebutkan EYD (Ejaan yang Disempurnakan), tata bahasa baku, dan juga kamus umum. Selama kata yang digunakan sudah sesuai dengan salah satu atau ketiganya, maka sudah memakai kata baku.

2. Yus Rusyana

Pendapat yang kedua disampaikan oleh Yus Rusyana yang tertuang di dalam buku bertajuk
Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan. Melalui buku tersebut, Rusyana menjelaskan definisi kata baku menurut pendapatnya.

Rusyana menjelaskan, kata baku adalah suatu bahasa yang dikodifikasikan, diterima, dan dijadikan model oleh masyarakat bahasa yang lebih luas. Kata baku disebut juga dengan istilah bahasa baku dan bahasa standar.

3. Gorys Keraf

Gorys Keraf juga mendefinisi kata baku, dimana menurutnya kata baku adalah bahasa yang dianggap dan diterima sebagai patokan umum untuk seluruh penutur bahasa itu. Kata yang tidak umum kemudian tidak bisa disebut sebagai kata baku.

4. Ernawati Waridah

Pendapat selanjutnya disampaikan oleh Ernawati Waridah, dalam bukunya yang berjudul
Pedoman Kata Baku dan Tidak Baku. Ernawati menjelaskan kata baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar.

Adapun standar yang dimaksudkan oleh Ernawati disini adalah mengacu pada ketentuan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), tata bahasa baku, dan juga kamus umum seperti KBBI.

5. Mulyono

Pendapat berikutnya adalah dari Mulyono, yang menjelaskan kata baku sebagai ragam bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi tentang ilmu pengetahuan. Ragam bahasa baku kemudian menjadi ragam bahasa yang umum digunakan oleh masyarakat luas.

Baca juga:  Apa Arti Kata Anjir

6. B. Havranek dan Vilem Mathesius

Oleh B. Havranek dan Vilem Mathesius juga menyampaikan pendapatnya dalam mendefinisikan kata baku, Keduanya menjelaskan kata baku sebagai bahasa yang telah dikodifikasi, diterima dan difungsikan sebagai model atau acuan oleh masyarakat secara luas.

7. Dittmar

Melalui buku berjudul
Sociolinguistics A Critical Survey of Theory and Awarding, Dittmar menjelaskan definisi kata baku. Menurutnya, kata baku adalah ragam bahasa dari suatu masyarakat bahasa yang disahkan sebagai norma keharusan bagi pergaulan sosial atas dasar kepentingan dari pihak-pihak dominan di dalam masyarakat itu.

Pengesahan terhadap kata baku disesuaikan dengan hasil pertimbangan pada aspek sosial dan politik. Sehingga didapatkan ragam kata yang bisa dipahami dan digunakan dalam keseharian oleh masyarakat luas.

8. Richard, Jhon dan Heidi

Pendapat berikutnya disampaikan oleh Richard, John, dan juga Heidi melalui buku mereka yang berjudul
Logman Dictionary of Applied Linguistics. Ketiganya menjelaskan kata baku adalah ragam bahasa yang berstatus tinggi di dalam suatu masyarakat atau bangsa dan biasa didasarkan penutur asli yang berpendidikan di dalam berbicara dan menulis.

Melalui sejumlah pendapat para ahli tersebut, maka pengertian kata baku bisa disimpulkan sebagai ragam kata atau bahasa yang sudah sesuai dengan standar umum dan kemudian bisa digunakan dalam keseharian.

Baca Juga:

Kesalahan Penggunaan Ejaan

Kesalahan Penggunaan Tanda Baca

Kesalahan Penggunaan Kalimat Efektif

Kesalahan Penggunaan Huruf Miring

Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital

Rapi atau Rapih?

Pengertian Kata Tidak Baku Menurut Para Ahli

Berikut pengertian kata tidak baku dari para ahli:

1. Suharianto

Pendapat yang pertama disampaikan oleh Suharianto, yang menjelaskan kata tidak baku adalah salah satu variasi bahasa yang tetap hidup dan berkembang sesuai dengan fungsinya, yaitu dalam pemakaian bahasa tidak resmi.

2. Alwasilah

Berikutnya adalah definisi yang disampaikan oleh Alwasilah, dimana kata tidak baku diartikan sebagai bentuk bahasa yang biasa memakai kata-kata atau ungkapan, struktur kalimat, ejaan dan pengucapan yang tidak biasa dipakai oleh mereka yang berpendidikan.

3. Crystal

Pendapat ahli selanjutnya adalah dari Crystal, yang mendefinisikan kata tidak baku sebagai bentuk-bentuk bahasa yang tidak memenuhi norma baku, yang dikelompokkan sebagai sub baku atau nonbaku.

4. Richard, Jhon, dan Heidi

Richard, Jhon, dan juga Heidi menjelaskan bahwa kata tidak baku adalah bahasa yang digunakan dalam berbicara dan menulis yang berbeda pelafalan, tatabahasa, dan kosakata dari bahasa baku dari suatu bahasa.

Kata tidak baku secara umum kemudian bisa didefinisikan sebagai ragam kata atau bahasa yang penulisan dan pengucapannya tidak mengikuti aturan atau standar yang telah ditetapkan.

Dalam bahasa Republic of indonesia, kata tidak baku ini tidak sesuai dengan EYD, PUEBI, maupun KBBI. Namun, keberadaannya tetap ada dan menjadi bahasa tidak resmi yang bisa digunakan dalam keseharian untuk komunikasi non formal dan komunikasi di daerah.

Ciri-Ciri Kata Baku

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kata baku, maka Anda juga harus mengetahui bagaimana ciri-ciri kata baku. Ciri dari kata baku sangat berbeda bahkan dapat ditebak jika suatu kata merupakan kata baku. Berikut beberapa ciri-cirinya :

  • Kata baku tidak dapat berubah setiap saat
  • Bukan merupakan bahasa percakapan sehari-hari
  • Tidak terpengaruh bahasa asing
  • Tidak terpengaruh bahasa daerah
  • Memiliki minimal subjek dan predikat.
  • Penggunaan kata baku sesuai dengan konteks di dalam kalimat
  • Kata baku tidak mengandung arti pleonasme (lebih dari apa yang diperlukan)
  • Kata baku mempunyai arti yang pasti tidak rancu
Baca juga:  Kata Kata Abdi Suardin

Pengertian Kata Tidak Baku

Kata tidak baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa sudah ditentukan.

Biasanya kata tidak baku sering digunakan saat percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur. Untuk jenis kata yang satu ini ternyata bisa muncul karena penggunaan bahasa yang salah dan terus diulang. Beberapa orang tidak dapat membedakan yang mana kata baku atau tidak.

Bahkan, beberapa orang keliru menganggap kata yang sering dipakai olehnya merupakan kata baku yang sesuai kaidah bahasa Republic of indonesia. Hal ini dapat menjadi kebiasaan yang buruk jika menggunakan kata-kata secara tidak tepat. Terdapat faktor lain yang dapat memunculkan kata-kata tidak baku yaitu :

  • Menggunakan bahasa tidak mengetahui bentuk penulisan dari kata yang dia maksud.
  • Menggunakan bahasa tidak memperbaiki kesalahan dari penggunaan suatu kata, itulah yang menyebabkan kata tidak baku selalu ada.
  • Terpengaruh oleh orang-orang lain.
  • Terbiasa / kebiasaan.

Baca juga :

Jangan Asal Ketik, Ini five Tips Memilih Kata Saat Menulis Buku

100+ Contoh Nomina Lengkap dengan Klasifikasinya

110+ Contoh Kata Kerja Imperatif yang Baik dan Benar

21 Contoh Kalimat Tidak Efektif dan Perbedaannya dengan Kalimat Efektif

Ciri-Ciri Kata Tidak Baku

Disini akan dijelaskan bagaimana ciri-ciri kata tidak baku agar dapat membedakan keduanya. Perbedaan dari kedua kata tersebut dapat dilihat pada ciri-cirinya juga. Berikut merupakan ciri-cirinya :

  • Tidak memiliki subjek atau predikat atau keduanya.
  • Menggunakan kata-kata, frasa atau bentuk lain yang tidak perlu.
  • Dapat terpengaruh bahasa daerah atau bahasa asing
  • Terpengaruh oleh perkembangan zaman
  • Digunakan dalam pembicaraan santai sehari-hari
  • Dapat dibuat oleh siapa saja sesuai keinginannya
  • Ejaan yang digunakan tidak tepat atau tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.
  • Bersifat ambigu sehingga kerap terjadi salah penafsiran.
  • Preposisi tidak digunakan dengan tepat.

Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

Untuk menyegarkan kembali ingatan terkait kedua jenis kata ini, berikut 300+ kata baku dan tidak baku yang sering dipakai dan mengalami kesalahan dalam praktiknya, kata dibawah ini kami lansir dari situs resmi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kbbi.web.id:

No. Kata Baku Kata Tidak Baku
1 abjad ✓ abjat
2 advokat✓ adpokat
3 adhesi ✓ adesi
four afdal ✓ afdol
5 aktif ✓ aktip
6 aktivitas ✓ aktifitas
7 akuatik ✓ aquatik
8 ambeien ✓ ambeyen
nine warning ✓ alaram
10 ambulans ✓ ambulan
11 amendemen ✓ amandemen
12 amfibi ✓ ampibi
xiii amonia ✓ amoniak
fourteen analisis ✓ analisa
15 andal ✓ handal
16 antre ✓ antri
17 apotek ✓ apotik
xviii artefak ✓ artifak
19 asas ✓ azas
20 astronout ✓ astronot
21 asyik ✓ asik
22 ateis ✓ atheis
23 ateisme ✓ atheisme
24 atlet ✓ atlit
25 atmosfer ✓ atmosfir
26 autentik ✓ otentik
27 azan ✓ adzan
28 balig ✓ baligh
29 balsam ✓ balsem
thirty baterai ✓ baterei
31 berandal ✓ brandal
32 berantas ✓ brantas
33 berengsek ✓ brengsek
34 berpikir ✓ berfikir
35 bertanggung jawab ✓ bertanggungjawab
36 bolpoin ✓ bolpen
37 brankas ✓ berankas
38 bujet ✓ budget
39 boling ✓ bowling
forty boraks ✓ borax
41 bus ✓ bis
42 cabai ✓ cabe
43 capai ✓ capek
44 cecak ✓ cicak
45 cedera ✓ cidera
46 cendekia ✓ cendikia
47 cendekiawan ✓ cendikiawan
48 cendera mata ✓ cenderamata
49 cengkerama ✓ cengkrama
50 cengkih ✓ cengkeh
51 cokelat ✓ coklat
52 daftar ✓ daptar
53 dahsyat ✓ dasyat
54 dahulu ✓ dulu
55 darmasiswa ✓ darma siswa
56 darmawisata ✓ darma wisata
57 dasbor ✓ dasbord
58 debitur ✓ debitor
59 detail ✓ detil
60 detergen ✓ deterjen
61 digit ✓ dijit
62 diagnosis ✓ diagnosa
63 diferensial ✓ differensial
64 dolar ✓ dollar
65 doping ✓ dopping
66 dram / pulsate ✓ drem
67 durian ✓ duren
68 efektif ✓ efektip
69 eksplisit ✓ explisit
lxx eksponen ✓ eksponent
71 ekspor ✓ eksport
72 ekspres ✓ expres
73 ekstra ✓ extra
74 ekstrem ✓ ekstrim
75 ekuivalen ✓ ekuifalen
76 elite ✓ elit
77 embus ✓ hembus
78 esai ✓ esei
79 faksimile ✓ faksimili
80 februari ✓ pebruari
81 figur ✓ figure
82 fondasi ✓ pondasi
83 formal ✓ formil
84 fosfor ✓ pospor
85 foto ✓ photo
86 fotokopi ✓ photokopi
87 fotosintesis ✓ fotosintesa
88 fotomodel ✓ foto-model
89 fraksinasi ✓ fraksinase
90 frasa ✓ frase
91 frekuensi ✓ frekwensi
92 gaib ✓ ghaib / ghoib
93 gangster ✓ gengster
94 ganjal ✓ ganjel
95 gatal ✓ gatel
96 gelora ✓ glora
97 geladi ✓ gladi
98 genius ✓ jenius
99 gereget ✓ greget
100 gizi ✓ giji
101 gua ✓ goa
102 gubuk ✓ gubug
103 gudeg✓ gudek
104 hadis✓ hadist
105 hafal ✓ hapal
106 hakikat ✓ hakekat
107 hangus ✓ angus
108 hektare ✓ hektar
109 herpes ✓ herves
110 heterografi ✓ hetrografi
111 hipotesis ✓ hipotesa
112 histori ✓ history
113 idiil ✓ idil
114 ihram ✓ ikhram
115 ijazah ✓ ijasah
116 ikhlas ✓ iklas / ihlas
117 imbau ✓ himbau
118 impor ✓ import
119 indra ✓ indera
120 insaf ✓ insyaf
121 intens ✓ inten
122 inti sari ✓ intisari
123 isap ✓ hisap
124 isra ✓ isra’
125 istigfar ✓ istighfar
126 istri ✓ isteri
127 intermeso ✓ intemezo
128 izin ✓ ijin
129 jadwal ✓ jadual
130 jagat ✓ jagat
131 jaiz ✓ jais
132 jasad ✓ jasat
133 jemaah ✓ jamaah
134 jenazah ✓ jenasah
135 jenderal ✓ jendral
136 judo ✓ yudo
137 jumat ✓ jum’at
138 junior ✓ yunior
139 juri ✓ yuri
140 kaidah ✓ kaedah
141 kakbah ✓ kaabah / ka’bah
142 kanker ✓ kangker
143 karena ✓ karna
144 karier ✓ karir
145 karisma ✓ kharisma
146 karnaval ✓ karnafal
147 kasrah ✓ kasroh
148 katalisis ✓ katalisa
149 katapel ✓ ketapel
150 kategori ✓ katagori
151 kebun ✓ kebon
152 kedaluwarsa ✓ kadaluarsa / kadaluwarsa
153 kedelai ✓ kedelei
154 kelengkeng ✓ klengkeng
155 kendur ✓ kendor
156 khatam ✓ katam / hatam
157 khawatir ✓ kuatir
158 khotbah ✓ khutbah
159 kiai ✓ kyai
160 klien ✓ client
161 kliping ✓ keliping
162 kloter ✓ keloter
163 koboi ✓ koboy
164 komersial ✓ komersil
165 kompleks ✓ komplek
166 komplet ✓ komplit
167 kongres ✓ konggres
168 konsumtif ✓ konsumtip
169 koordinasi ✓ koordinir
170 korsleting ✓ konsleting
171 kosa kata ✓ kosakata
172 kreatif ✓ kreatip
173 kreativitas ✓ kreatifitas
174 kreditur ✓ kreditor
175 kualifikasi ✓ kwalifikasi
176 kualitas ✓ kwalitas
177 kuantitatif ✓ kwantitatif
178 kuitansi ✓ kwitansi
179 characterization ✓ lebel
180 lafal ✓ lapal
181 legalisasi ✓ legalisir
182 lembab ✓ lembap
183 litosfer ✓ litosfir
184 lubang ✓ lobang
185 maaf ✓ maap
186 macam ✓ macem
187 magrib ✓ maghrib
188 maksimum ✓ maximum
189 mangkuk ✓ mangkok
190 mantra ✓ mantera
191 massal ✓ masal
192 masjid ✓ mesjid
193 memengaruhi ✓ mempengaruhi
194 mengonsumsi ✓ mengkonsumsi
195 mengubah ✓ merubah
196 menteri ✓ mentri
197 menyontek ✓ mencontek
198 merek ✓ merk
199 mesosfer ✓ mesosfir
200 meterai ✓ materai
201 metode ✓ metoda
202 mikraj ✓ mi’raj
203 misi ✓ missi
204 miliar ✓ miliyar
205 mulia ✓ mulya
206 nakhoda ✓ nahkoda
207 napas ✓ nafas
208 narasumber ✓ nara sumber
209 nasihat ✓ nasehat
210 negeri ✓ negri
211 neto ✓ netto
212 nomor ✓ nomer
213 nonblok ✓ non-blok
214 nonmiliter ✓ not militer
215 notula ✓ notulen
216 november ✓ nopember
217 objek ✓ obyek
218 objektif ✓ obyektif
219 oke ✓ ok
220 omzet ✓ omset
221 organisasi ✓ organisir
222 orisinal ✓ orisinil
223 paham ✓ faham
224 pahit ✓ pait
225 palem ✓ palm
226 pancuran ✓ pancoran
227 paradoks ✓ paradox
228 pascapanen ✓ pasca panen
229 pascaperang  ✓ pasca perang
230 pascasarjana ✓ pasca sarjana
231 paspor ✓ pasport
232 pedas ✓ pedes
233 permak✓ vermak
234 pensil ✓ pinsil
235 persepsi ✓ presepsi
236 perspektif ✓ perespektif
237 pikir ✓ fikir
238 prancis ✓ perancis
239 presidensial ✓ presidental
240 produktif ✓ produktip
241 produktivitas ✓ produktifitas
242 proyek ✓ projek
243 provinsi ✓ propinsi
244 putra ✓ putera
245 putri ✓ puteri
246 quran ✓ qur’an
247 ramai ✓ rame
248 rapi ✓ rapih
249 rapor ✓ raport
250 reaumur ✓ reamur
251 respons ✓ respon
252 resistans ✓ resistan
253 reumatik ✓ rematik
254 rezeki ✓ rejeki
255 rezim ✓ resim
256 risiko ✓ resiko
257 roboh ✓ rubuh
258 roh ✓ ruh
259 sahih ✓ sohih
260 saksama ✓ seksama
261 sambal ✓ sambel
262 sanksi ✓ sangsi
263 satra ✓ sastera
264 satai ✓ sate
265 saus ✓ saos
266 sekadar ✓ sekedar
267 sekretaris ✓ sekertaris
268 seprai ✓ seprei
269 setrika ✓ seterika / strika
270 sintesis ✓ sintesa
271 sopir ✓ supir
272 standardisasi ✓ standarisasi
273 statosfer ✓ statosfir
274 subjek ✓ subyek
275 survei ✓ survey
276 sutra ✓ sutera
277 swiss ✓ swis
278 syahid ✓ sahid
279 syawal ✓ sawal
280 teknik ✓ tehnik
281 teladan ✓ tauladan
282 telepon ✓ telpon
283 tenteram ✓ tentram
284 termosfer ✓ termosfir
285 tobat ✓ taubat
286 transpor ✓ transport
287 triliun ✓ triliyun
288 tripleks ✓ triplek
289 trofi ✓ tropi
290 umrah ✓ umroh
291 unta ✓ onta
292 urgen ✓ urgent
293 urine ✓ urin
294 ustaz ✓ ustadz
295 utang ✓ hutang
296 varietas ✓ varietes / varitas
297 wali kota ✓ walikota
298 yogyakarta ✓ jogjakarta
299 yudikatif ✓ judikatif
300 zaman ✓ jaman
301 zamrud ✓ jamrud
302 zamzam ✓ zam-zam

Setelah mempelajari hal di atas, diharapkan Anda dapat menentukan penggunaan kata baku dan kata tidak baku secara tepat. Anda harus tahu, menggunakan kata apa ketika berurusan dengan sesuatu yang resmi. Dan ketika sifatnya non formal atau pribadi harus menggunakan apa, itu harus Anda pahami baik-baik.

Selanjutnya, Anda dapat mempelajari kalimat efektif dan tidak efektif, karena akan sangat erat kaitannya dengan kata baku dan tidak baku. Semoga ulasan ini bermanfaat!

Baca juga artikel yang lain :

Cara Cek Kesalahan Kata (Typo & Kata Baku) Melalui Google Doctor

Penggunaan Kata Di Yang Benar

Kata Majemuk: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Lengkapnya

Tata Cara Penulisan Huruf Yang Baik dan Benar

6 Jenis Paragraf yang Wajib Diketahui

Pengertian Akronim, Jenis-Jenis dan Contoh Lengkap

Pengertian Kata Ganti, Jenis-Jenis, Contohnya

Pengertian Konjungsi, Fungsi, Macam-Macamnya

Pengertian Pronomina, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Pengertian Kata Serapan dan Contoh Lengkapnya

Pengertian Kata Turunan dan Contoh Lengkapnya

Pengertian Kata Majemuk dan Contoh Lengkapnya

Macam-Macam Kata Kerja dan Contoh Lengkapnya

Kata Baku Dari Nggak

Source: https://penerbitdeepublish.com/kata-baku-dan-tidak-baku/