Sudah Muncul Dua Garis Biru, Namun tidak Tahu Usia Kelahiran Bunda? Ketahuilah Cara Menghitung Usia Kehamilan Berikut Ini

0
27

Sebagai orang tua, entah bunda atau ayah pasti memiliki rasa penasaran akan usia kandungan yang sedang dikandung oleh bunda. Namun, sering kali keduanya tidak mengetahui cara menghitung usia kehamilan dengan baik dan benar. Jika bunda menginginkan hasil yang tepat dan akurat, bunda bisa pergi ke dokter spesialis bersama ayah. Namun, jika bunda dan pasangan tidak bisa pergi ke dokter spesialis, tidak masalah kok, bunda dan ayah bisa menghitungnya sendiri.

Awal mula seseorang melakukan tes kehamilan dengan alat tes kehamilan biasanya karena merasakan tanda – tanda kehamilan, namun tidak mau pergi ke dokter terlebih dahulu. Jika seorang ibu positif hamil, biasanya akan muncul dua garis biru. Sayangnya, biasanya tanda – tanda kehamilan akan muncul setelah beberapa hari. 

Hal tersebutlah yang menyebabkan bunda saat melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif tidak mengetahui kapan tanggal pastinya mulai mengandung. Jadi, sebagai orang tua, ayah dan bunda pun tidak tahu pasti berapa lama usia kehamilannya. Berikut ini adalah beberapa cara menghitung usia kehamilan supaya bunda dan ayah tidak penasaran lagi.

1. Mulai dari Hari Terakhir Menstruasi

Siklus normal menstruasi seorang ibu adalah 28 hari sekali. Coba ingat – ingat lagi, pada periode waktu tersebut, kapan atau tanggal berapa bunda mulai menstruasi pertama dan terakhir atau dalam dunia medis, hal ini disebut Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Sebagai contoh, misalnya HPHT bunda adalah mulai dari tanggal 1 Januari, dan pertama kalinya anda melakukan tes kehamilan secara mandiri adalah tanggal 16 Januari. Jadi, usia kehamilan bunda sekarang adalah 15 hari. 

2. Mengetahui Hari Pertama Lahir

Beberapa orang yang tidak tahu kapan hari pertama haid terakhirnya, karena siklusnya yang tidak teratur, tentu ini menyulitkan, karena awal mula perhitungannya tidak ditemukan dan perhitungan di atas ditujukan untuk seorang ibu yang memiliki siklus haid secara teratur. Tenang saja, masih ada solusi bagi bunda yang ingin menghitungnya sendiri yaitu dengan mengetahui HPL (Hari Pertama Lahir).

Cara Menghitung HPL adalah dengan menambahkan waktu selama 7 hari sejak menstruasi terakhir, lalu dikurangi 3 bulan, lalu menambahkan 1 tahun. Berikut ini adalah contohnya 

Misalnya hari terakhir menstruasi adalah adalah pada tanggal 15 oktober 2020, maka berikut ini adalah perhitungannya, 

  • 15 + 7 = 22
  • 10 – 3 = 7
  • 20 + 1 = 21 

Dari hasil perhitungan di atas, maka didapatkan data yaitu tanggal 22 – 7 – 2020 (24 Juli 2020). Tanggal tersebut adalah tanggal kelahiran anda. 

Lalu, dari data tersebut, kita bisa tahu cara menghitung usia kehamilan nya yaitu dengan menguranginya selama 9 bulan dan hitunglah berapa selisihnya dengan waktu sekarang.

3. Menggunakan USG

USG (Ultrasonografi) adalah sebuah solusi bagi bunda yang tidak tahu kapan tanggal terakhir mulai menstruasi. Namun, anda harus pergi ke rumah sakit, karena alat seperti ini tidak dijual secara bebas. Melalui USD, seorang dokter akan mengukur ukuran lingkar kepala bayi, panjang bayi yang diukur mulai dari kepala hingga pantat. Setelah didapatkan data, seorang dokter bisa memperkirakan berapa usia kandungan tersebut. 

Itulah beberapa cara menghitung usia kehamilan, perhitungan di atas tidak sepenuhnya akurat. Jadi, selain menghitungnya secara mandiri, anda juga memeriksakannya ke dokter, karena dengan begitu bukan hanya usia kehamilan saja yang akan anda ketahui, namun juga langkah – langkah yang harus dijalani supaya janin anda tetap sehat sejak di dalam kandungan hingga lahir nanti. 

Baca juga:  Jenis – Jenis Bantal Hamil Yang Wajib Bunda Miliki

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini